
POLRES Garut tengah memeriksa penyelenggara acara atau event organizer (EO) pesta rakyat syukuran pernikahan Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, dengan Maula Akbar Mulyadi Putra , putra dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Acara yang digelar di Pendopo Garut dan Alun-alun Lapangan Oto Iskandar Dinata pada Jumat (18/7) itu menelan korban jiwa, dengan tiga orang dilaporkan meninggal dunia, salah satunya anggota kepolisian Polres Garut.
“Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap panitia penyelenggara dari pihak EO pesta rakyat. Acara ini sebelumnya memang telah berkoordinasi dengan kepolisian terkait alur masuk dan keluar pengunjung. Apakah kejadian ini akibat kelalaian atau karena antusiasme massa yang luar biasa, masih kami dalami,” ujar Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto.
Ia menambahkan bahwa pengamanan acara telah melibatkan apel gabungan lintas instansi, termasuk TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Brimob. Sebanyak 400 personel dikerahkan untuk menjaga ketertiban di sekitar lokasi pesta rakyat.
Sementara itu, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyatakan bahwa seluruh rangkaian acara lanjutan pesta rakyat dibatalkan menyusul insiden tersebut.
“Bersama Forkopimda kami sepakat meniadakan kegiatan lanjutan. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, menyebabkan kepadatan, desak-desakan, dan saling dorong. Dari kejadian ini, tercatat 26 orang pingsan dan 3 orang meninggal dunia,” ujarnya.
Pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kericuhan dalam pesta rakyat yang semestinya berlangsung sebagai bentuk syukuran tersebut. (YY/S-01)







