
POLDA Jawa Barat (Jabar) ambil alih penyelidikan insiden maut dalam pesta rakyat di gerbang Pendopo Kabupaten Garut yang menewaskan tiga orang.
Insiden terjadi saat warga berdesak-desakan berebut makanan gratis dalam rangkaian pernikahan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, dengan Maula Akbar, putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan menyampaikan bahwa pihaknya telah memeriksa 11 saksi, termasuk dari pihak event organizer (EO), Pemkab Garut, dan kepolisian.
“Kami juga akan memanggil beberapa anggota internal Polri, perwakilan Pemkab Garut, dan pihak EO untuk memperjelas konstruksi hukum atas peristiwa ini,” ujar Hendra, Kamis (24/7).
Polda Jabar ambil alih kasus dan 11 saksi telah diperika adalah dua berasal dari EO, dua dari Pemkab Garut, dan empat anggota kepolisian. Polisi juga akan menelusuri keterangan tambahan dari warga sekitar.
Salah satu korban tewas adalah Bripka Cecep Saeful Bahri, anggota kepolisian yang mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa anumerta menjadi Aipda, sesuai Surat Keputusan Kapolri Nomor: Kep/1085/VII/2025 per 18 Juli 2025.
Polda Jabar juga menjadwalkan olah tempat kejadian perkara (TKP) ulang untuk mengurai simpang siur informasi di masyarakat dan memastikan penyebab insiden.
Peristiwa tragis yang terjadi di Alun-Alun dan Pendopo Kabupaten Garut tersebut menewaskan tiga orang: satu anggota polisi, seorang warga lanjut usia, dan satu anak-anak. (Rava/S-01)







