
MUSIM bedhidhing akan melanda seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya pada malam hari. Selama musim bedhidihing atau udara dingin, suhu udara dapat mencapai 18 derajat Celsius.
Kepala Stasiun Klimatologi pada BMKG DIY Reni Kraningtyas menjelaskan, fenomena udara yang sangat dingin atau dalam Bahasa Jawa disebut Bedhidhing ini masih akan terjadi hingga Agustus mendatang.
“Suhu terdingin akan terjadi pada bulan Juli-Agustus saat berada dipuncak musim kemarau,” kata Reni, Kamis (10/7).
Terjadinya musim Bedhidhing ini disebabkan adanya pergerakan massa udara dari Australia yang membawa massa udara yang kering dan dingin melintasi wilayah Indonesia atau yang biasa disebut Monsoon Dingin Australia.
Di sisi lain kandungan air di dalam tanah menipis, kandungan uap di udara juga rendah yang dibuktikan dengan rendahnya tingkat kelembapan udara.
Menurut Reni, hal lain yang menudukung terjadinya Bedhidhing adalah tutupan awan relatif sedikit dan pantulan panas dari bumi yang diterima dari matahari tidak tertahan oleh awan. “Tetapi terlepas dan langsung hilang ke angkasa,” katanya.
Menghadapi Bedhidhing ini, ujarnya, masyarakat diminta untuk tetap menjaga asupan makanan sehat, mengonsumsi air dalam jumlah yang cukup, menjaga pola tidur, meningkatkan konsumsi vitamin untuk menjaga ketahanan tubuh, rutin berolah raga dan memakai pakaian yang hangat.
Sedangkan gelombang laut di perairan Samudera Hindia selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), termasuk wilayah Kabupaten Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul diprakirakan mencapai 4 meter. (AGT/S-01)







