Tasikmalaya Hadapi Lonjakan Pengguna Napza di Usia Belia

DIREKTORAT pelayanan kesehatan kelompok tentan, Kementerian Kesehatan RI bersama Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Badan Narkotika Nasional, Polres Tasikmalaya Kota tersebut melakuan penguatan tim tata kelola penyalahgunaan Napza (narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya).

Pasalnya pengguna zat tersebut terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Dan ironisnya, para pengguna itu didominasi oleh usia produktif. Hal itu tentu dapat menganggu kesehatan, sosial, ekonomi dan stabilitas keamanan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan, peningkatan penyalahgunaan Napza sejak 2024. Menurut catatan Menteri Kesehatan tercatat ada lebih dari 170 kasus terdata dari layanan kesehatan dan institusi penerima wajib lapor (IPWL).

Pendekatan humanis

“Penyalahgunaan Napza menunjukkan peningkatan luar bisa dan sebagaian besar kelompok usia produktif 18 hingga 35 tahun. Hal itu lantaran kurangnya kesadaran dan belum ada yang bisa melakukan pendekatan humanis tanpa stigma,” katanya, Jumat (4/7/2025).

BACA JUGA  Polres Tasikmalaya Tangkap Anggota Sindikat Pengedar Uang Palsu

Ia mengatakan, meningkatkan konsumsi Napza perlu adanya tim untuk melakukan skrining assist dan assessment bagi pengguna napza. Pasalnya, saat ini muncul zat baru pengguna ada pergeseran pada usia lebih muda. Itu sebabnya perlu pendekatan layanan rehabilitasi medis supaya berjalan efektif, manusiawi sesuai standar.

“Penguatan skrining dan assessment agar deteksi dini dilakukan secara sistematis, menggunakan instrumen valid seperti assist dari World Health Organization (WHO) untuk menentukan tingkat risiko. Membangun sistem layanan bagi para pengguna narkotika mewajibkan keluarga melapor ke institusi penerima wajib lapor (IPWL) agar dapat memperoleh layanan rehabilitasi, bukan hanya penindakan hukum,” ujarnya.

Sesuai regulasi

Menurutnya, penguatan tim IPWL sebagai garda terdepan terutama dalam pelayanan rehabilitasi medis dan perlu memastikan seluruh anggota tim memiliki pemahaman, keterampilan yang sama agar tidak terjadi kesenjangan pelayanan. Adapun rehabilitasi harus tetap berjalan terstruktur dan terstandar sesuai regulasi Kementerian Kesehatan, baik pelaksanaan rehabilitasi, pencatatan, pelaporan dan alur klaim biaya.

BACA JUGA  Wilayah Papua Masih Rentan Terjangkit Malaria

“Kita semua semakin siap menghadapi tantangan ke depan karena penyalahguna napza semakin muda usianya, munculnya zat-zat psikoaktif baru, tantangan digital yang mempermudah akses napza. Petugas puskesmas dan tim IPWL sendiri memang memiliki tantangan keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya pelatihan dan kesulitan dalam menjangkau pasien,” pungkasnya. (YY/N-10)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Selandia Baru Siap Pasok Sperma Sapi ke DIY

SELANDIA Baru siap memasok semen (sperma) sapi pejantan untuk mendukung pengembangan bibit sapi unggul di DI Yogyakarta Gagasan tersebut menjadi salah satu peluang kerja sama yang dibahas dalam pertemuan Duta…

Pemprov Jabar Kirim 100 Orang Kafilah ke MTQ Nasional XXXI 2026

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat  mengirimkan 100 orang kafilah terbaik untuk mengikuti perlombaan pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026 di Semarang, Jawa Tengah pada 11-20 September. 100 kafilah tersebut…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Macan Putih Terkam Garudayaksa di Kandangnya sendiri

  • September 11, 2026
Macan Putih Terkam Garudayaksa di Kandangnya sendiri

Selandia Baru Siap Pasok Sperma Sapi ke DIY

  • September 11, 2026
Selandia Baru Siap Pasok Sperma Sapi ke DIY

Pemprov Jabar Kirim 100 Orang Kafilah ke MTQ Nasional XXXI 2026

  • September 11, 2026
Pemprov Jabar Kirim 100 Orang Kafilah ke MTQ Nasional XXXI 2026

Efisiensi Anggaran, KDM Bakal Gabung Sejumlah OPD

  • September 11, 2026
Efisiensi Anggaran, KDM Bakal Gabung Sejumlah OPD

150 Personel Polri Ikuti Pembaretan Jelang Penugasan ke Afrika Tengah

  • September 11, 2026
150 Personel Polri Ikuti Pembaretan Jelang Penugasan ke Afrika Tengah

Farhan Ajak Warga Doakan Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

  • September 11, 2026
Farhan Ajak Warga Doakan Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda