
SEBANYAK 10 orang meninggal dunia tertimbun longsor saat melintas di jalur Cangar-Pacet, Jawa Timur, Kamis (3/4) sore. Sepuluh orang telah dievakuasi oleh Tim gabungan Basarnas, BPBD Kabupaten Mojokerto, BPBD Kota Batu, PMI dan relawan.
Rinciannya ada tujuh korban di dalam mobil Innova Reborn warna abu-abu. Dan tuga orang di mobil pikap putih Nopol S9127 NI. Mereka yang dievakuasi adalah Fitria Handayani, MK, dan Ahmad Muzaki. Ketiganya adalah penumpang mobil pickup.
Kepala BPBD Mojokerto Yo’i Afrida yang ikut terjun mengevakuasi para korban menjelaskan bahwa ada dua mobil yang tertimbun longsor saat melintas di jalur Cangar-Pacet, Kamis (3/4) sekitar pukul 17.55 WIB.
Namun proses evakuasi terhambat karena di lokasi kejadian masih turun hujan dan dilanjutkan keesokan harinya, Jumat (4/4) pagi. “Dan hari Jumat seluruh korban ditemukan. Operasi pencarian telah ditutup,” ujarnya.
Enam korban penumpang mobil Innova Reborn adalah warga Desa Kloposepuluh RT 10 RW 2, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. Satu korban lain warga Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.
Berikut daftar korban meninggal dunia longsor jalur Cangar-Pacet:
Mobil Innova Reborn
1. Masjid Zatmo Setio, 31 tahun
2. Rani Anggraeni, 28 tahun
3. Syahrul Nugroho Rangga Setiawan usia 6 tahun;
4. Putri Qiana Ramadhani, 2 tahun
5. H. Wahyudi, 71 tahun
6. Hj. Jainahusia, 61 tahun
7. Saudah, 70 tahun
Mobil pikap
1. Fitria Handayani usia 27 tahun
2. Ahmat Fiki Muzaki usia 28 tahun
3. Mikaila F. Z. usia 3,5 tahun.
Jalur Cangar-Pacet merupakan jalur alternatif penghubung Kota Batu-Mojokerto. Kawasan ini merupakan kawasan wisata dan saat liburan Idul Fitri ramai didatangi wisatawan. Kawasan Cangar masuk wilayah Kota Batu dikenal sebagai daerah pemandian air panas.
Setelah memakan korban 10 orang, jalur alternatif ini untuk sementara ditutup total. Masih banyak material longsoran yang belum dibersihkan dan berpotensi terjadi longsor susulan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno mengatakan penundaan pembersihan dilakukan demi menghindari potensi bahaya lanjutan.
“Kontur tebing di atas lokasi longsor masih sangat labil. Dikhawatirkan saat pembersihan dilakukan, getaran alat berat dapat memicu longsor susulan. Maka sementara dihentikan demi keselamatan tim,” ujar Satriyo. (*/S-01)









