
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat hingga kini masih mencari investor untuk Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka yang terletak Kabupaten Bandung. Terbaru, Penjabat Gubernur Jabar, Bey Machmudin telah bertemu secara daring dengan dua perusahaan yakni PT Sumitomo dan PT Jabar Environmental Solutions (JES) pada Rabu (22/1) lalu.
Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin menyatakan, saat ini progres TPPAS Regional Legok Nangka masih dalam kajian Kementerian Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Namun ia tidak dapat melanjutkan penjajakan dengan para investor untuk mengelola TPPAS Legok Nangka, karena masa kerjanya sebagai Penjabat Gubernur akan selesai pada 6 Februari 2025.
“Dengan ivestor masih terus berproses. Saya titipkan ke Pak Gubernur terpilih Dedi Mulyadi. Beliau akan bertemu dengan Pak Bahlil (Menteri ESDM) supaya diakselerasi,” ungkap Bey.
Masalah PJBL
Menurut Bey, saat ini kendala TPPAS Regional Legok Nangka masih berkutat pada perjanjian jual beli listrik (PJBL) dengan PLN yang belum ada titik temu, karena 2028 masih oversupply. Mestinya, kata dia, masalah PJBL ini, bukan menjadi masalah besar, mengingat rencana jangka panjang nasional, adalah optimalisasi energi baru terbarukan (EBT).
“Jadi, sudah sesuai dengan kerangka besar tentang energi. Itu juga menjadi menuju dapat bersiap. Harusnya sih langsung setuju (Tidak ada hambatan dalam PJBL),” ujar Bey.
Transportasi publik
Gubernur Jabar terpilih Dedi Mulyadi, mengakui, TPPAS Regional Legok Nangka memang menjadi prioritas, termasuk TPST Bantar Gebang Kota Bekasi. Keduanya, bakal didorong menjadi pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Selain dua program diatas, Dedi juga akan melanjutkan terkait trassportasi publik di wilayah Bandung Raya yakni membuat KRL jadi commuter line.
“Tentu saya menyambut baik menyambut keinginan Pak Bey Machmudin dalam
membangun transportasi publik. Bahkan, saya bakal menjadikan orang-orang berpengalaman di bidang transportasi sebagai penasehatnya. Kita harus menggandeng orang-orang yang ahli,” papar Dedi.
Kepastian pelantikan
Untuk diketahui Gubernur dan Wakil Jabar terpilih, Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan bakal dilantik pada 6 Februari 2025. Kepastian itu didapat setelah Komisi II DPR RI bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan penyelenggara Pemilu yakni KPU, Bawaslu, dan DKPP menyepakati pelantikan kepala daerah terpilih dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi II DPR RI M Rifqinizamy Karsayuda di Gedung DPR, Senayan, Jakarta pada Rabu (22/1).
“Saya bersyukur akhirnya ada kepastian jadwal pelantikan. Setelah sebelumnya sempat ditunda hingga Maret 2025. Saya berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Kemendagri dan komisi II DPR RI, KPU hingga Bawaslu yang menyepakati pelantikan tanggal 6 Februari 2025, untuk pemenang Pilkada yang tidak ada sengketa,” tutur Dedi. (Rava/N-01)







