
KEPALA Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Tetty Naibaho mengimbau kritik terhadap instansi atau kebijakan dinas disampaikan secara langsung kepada pihaknya, bukan melalui pemberitaan. Hal itu disampaikan Tetty di kantornya, Senin (20/1), sebagai tanggapan atas pemberitaan terkait insiden di lapangan pekan lalu.
Seperti diberitakan, pada Sabtu (18/1) sekitar pukul 13.20 WIB di kawasan wisata Pasir Putih Parbaba, Kecamatan Pangururan, seorang oknum petugas mengutip retribusi pada pelaku usaha di daerah tersebut.
“Kejadian itu dilakukan oleh oknum tertentu. Meski begitu, kami telah melakukan mediasi agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” tegasnya
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya memajukan pariwisata Samosir melalui berbagai program, termasuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) serta pelatihan edukasi yang melibatkan sekolah dan rumah ibadah.
“Jika ada hal-hal yang tidak semestinya terjadi di lapangan, saya mohon agar dikabari secara langsung. Jangan langsung dipublikasikan, karena itu bisa mencoreng nama baik Samosir,” tegasnya.
Ia berharap kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan media dapat terjalin dengan baik untuk mendukung kemajuan pariwisata di Samosir. “Kami berkomitmen untuk terus berbenah dan memperbaiki pelayanan demi kemajuan pariwisata di daerah ini,” tutupnya. (One/N-0)







