Aipda R Jalani Sidang Kode Etik Profesi di Polda Jateng

BIDANG Profesi dan Pengamanan Kepolisian Daerah Jawa Tengah menggelar sidang etik profesi terhadap Aipda R, anggota Kepolisian Resor Kota Besar Semarang.

Aipda R adalah terduga pelaku penembakan siswa SMKN 4 Kota Semarang berinisial GRO yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Aipda R di sidang ruang sidang Bidang Propam Markas Polda Jawa Tengah di Semarang, Senin (9/12).

Ia mengenakan seragam dinas dan dikawal empat anggota provost.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Polisi Artanto mengatakan sidang etik diketuai AKBP Edhie Sulistyo, perwira menengah dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah.

Persidangan juga dihadiri keluarga korban dan para saksi.

“Pelaksanaan sidang juga dipantau langsung anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas),” kata Artanto.

BACA JUGA  Brigjen Pol Ribut Hari Wibowo Pimpin Polda Jawa Tengah

Artanto belum bisa memastikan berapa lama pelaksanaan sidang etik tersebut.

Anggota Kompolnas Muhammad Choirul Anam mengatakan lembaganya diundang untuk mengikuti pelaksanaan sidang etik anggota polisi penembak pelajar di Semarang.

Kompolnas akan melihat bagaimana pemeriksaan awal hingga akhir.

Mulai dari transparasi dan profesionalisme Polda Jateng dalam menangani kasus tersebut.

Usai sidang etik, dalam waktu dekat akan diikuti dengan penetapan tersangka dalam proses pidananya.

Aipda R beri keterangan berbeda

Kasus penembakan GRO ini menjadi perhatian publik Karena awalnya Polrestabes Semarang menyatakan penembakan untuk membela diri.

Aipda R menembakkan pistol ke GRO untuk melerai tawuran.

Namun keterangan itu dibantah Kabid Propam Polda Jawa Tengah Kombes Pol Aris Supriyono saat dipanggil Komisi III DPR RI, Selasa (3/12).

BACA JUGA  Ditlantas Polda Jateng: Jangan Melanggar Lalin dan Abaikan ETLE

Aris Supriyono mengungkapkan bahwa kasus penembakan terhadap GRO oleh Aipda RZ tidak  terkait dengan adanya tawuran.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI menyatakan  penembakan dilakukan Aipda R menyebabkan korban tewas memenuhi unsur pelanggaran HAM.

Kasus ini sudah berjalan dua minggu dan belum ada tersangka. Kendati keluarga GRO sudah melaporkan kepada polisi.

Demikian juga denga sidang kode etik  yang sempat molor dari rencana awal Kamis (5/12) akhirnya baru dilaksanakan Senin (9/12).

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Artanto mengatakan mundurnya sidang etik alasannya Propam masih melengkapi berkas perkara. (*/S-01)

BACA JUGA  Supervisi Divpropam Polri Minta Polda Jateng Kawal Pilkada

Siswantini Suryandari

Related Posts

FIFA ASEAN Cup 2026 Ajang Bergengsi, Erick Thohir Sebut Duel Indonesia Vs Malaysia Jadi Laga yang Sangat Dinantikan

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyebut FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai turnamen  yang menghadirkan kualitas dan rivalitas sepak bola terbaik di kawasan Asia Tenggara. Menurut Erick, besarnya perhatian FIFA terhadap…

Polsek Turi Tangkap Pembacok Guru

UNIT Reskrim Polsek Turi, Sleman membenarkan terjadinya tindak pidana penganiayaan di wilayah Bangunkerto, Turi, Sleman pada Jumat siang pekan lalu. Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro, Senin menjelaskan, dalam…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

FIFA ASEAN Cup 2026 Ajang Bergengsi, Erick Thohir Sebut Duel Indonesia Vs Malaysia Jadi Laga yang Sangat Dinantikan

  • September 28, 2026
FIFA ASEAN Cup 2026 Ajang Bergengsi, Erick Thohir Sebut Duel Indonesia Vs Malaysia Jadi Laga yang Sangat Dinantikan

Pengembangan Neuropsikologi di Indonesia Dinilai masih Tertinggal

  • September 28, 2026
Pengembangan Neuropsikologi di Indonesia Dinilai masih Tertinggal

Fakultas Farmasi UGM Peringkat 1 Indonesia dan Top 500 Asia Versi EduRank

  • September 28, 2026
Fakultas Farmasi UGM Peringkat 1 Indonesia dan Top 500 Asia Versi EduRank

Polsek Turi Tangkap Pembacok Guru

  • September 28, 2026
Polsek Turi Tangkap Pembacok Guru

Sidak Rumah Pompa Sidokare, Wakil Bupati Temukan Material tak Sesuai

  • September 28, 2026
Sidak Rumah Pompa Sidokare, Wakil Bupati Temukan Material tak Sesuai

56 Ribu Tiket Indonesia vs Malaysia Ludes Terjual, Antusiasme Suporter kian Tinggi

  • September 28, 2026
56 Ribu Tiket Indonesia vs Malaysia Ludes Terjual,  Antusiasme Suporter kian Tinggi