
BANJIR masih menggenangi delapan desa di Kabupaten Bandung hingga Senin (25/11). Hasil kaji cepat sementara kerugian materil yaitu 1.169 unit rumah terendam banjir.
Tiga unit rumah rusak berat, dua unit fasilitas ibadah terdampak, dan satu unit gudang terdampak.
Banjir terjadi sejak Kamis (21/11) pascahujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kota dan Kabupaten Bandung.
Kondisi itu menyebabkan debit air Sungai Citarum meningkat dan meluap ke permukiman warga.
Desa terdampak banjir yaitu Desa Bojongsari, Bojongsoang, Tegaluar, Dayeuhkolot, Citereup, Rancamanyar, Sukamukti, dan Desa Sumbersari. Ketinggian muka air bervariasi antara 30-150 meter.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Selasa (26/11) mengatakan BPBD Kabupaten Bandung mencatat jumlah warga terdampak banjir sebanyak 3.976 Kepala Keluarga (KK) atau 11.082 jiwa.
“Sedikitnya 236 KK atau 707 jiwa terpaksa mengungsi di 10 titik pengungsian berupa masjid, sekolah, dan kantor desa terdekat.,” kata Abdul Muhari.
Laporan dari Badan SAR setempat, tim pencarian dan pertolongan masih melakukan pencarian satu warga diduga hilang terseret arus.
Hasil kaji cepat sementara melaporkan kerugian materil yaitu 1.169 unit rumah terendam benjir.
Tiga unit rumah rusak berat, dua unit fasilitas ibadah terdampak, dan satu unit gudang terdampak.
BPBD Kabupaten Bandung terus melakukan asesmen di lapangan dan mendistribusi bantuan permakanan, sembako, dan logistik untuk warga terdampak.
Selain banjir juga tercatat beberapa kejadian tanah longsor dan pergeseran tanah pada Minggu (24/11).
Longsor akibat hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Desa Panundaan, Kecamatan Ciwidey. Tiga rumah terdampak dengan amblasnya tanah di teras rumahnya.
Longsor juga terjadi di Desa Mandalamekar, Kecamatan Cimenyan. Satu rumah ambruk tertimpa material tanah di tebing sebelah rumah.
Wilayah terdampak longsor lainnya berada di Desa Girimulya di Kecamatan Pacet, Desa Neglasari di Kecamatan Banjaran.
Kemudian Desa Sukamaju di Kecamatan Majalaya, Desa Sadu di Kecamatan Soreang, dan Desa Mekarsari di Kecamatan Pacet.
Tanggap darurat
Pemerintah Kabupaten Bandung telah menetapkan Surat Keputusan Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor di Kabupaten Bandung.
Tanggap darurat terhitung mulai 23 November sampai dengan 6 Desember 2024.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau warga Kabupaten Bandung untuk waspada saat memasuki musim penghujan saat ini.
Selain banjir, Kabupaten Bandung Barat turut berpotensi bencana hidrometeorologi basah seperti tanah longsor dan angin kencang.
Sebagai langkah mitigasi, warga dapat memeriksa kondisi rumah seperti rangka atap.
“Dan memastikan tidak ada rekahan pada tembok, serta memangkas dahan pohon yang sudah terlalu tinggi,” pungkas Muhari. (*/S-01)







