Over Kapasitas Penyebab Kemacetan di Puncak Bogor

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menyebut kemacetan yang terjadi di Puncak Bogor, Minggu (15/9) murni karena over kapasitas.

Saat ini daya tampung lalu lintas dan akses di tempat wisata, tidak bisa menampung banyaknya kendaraan pengunjung yang datang ke wilayah Puncak.

Sekretaris Daerah Pemprov Jabar, Herman Suryatman mengakui bahwa pengaturan lalu lintas yang dilakukan tiap masa liburan, belum berjalan efektif.

Penyebabnya kemacetan dan kendaraan terjebak macet dan saling mengunci. Selain itu, banyak jalan kecil menuju kawasan Puncak Bogor.

Banyak jalan kecil yang menjadi alternatif pengendara sepeda motor. Kondisi itu menambahsulitnya petugas dalam menerapkan sistem buka tutup jalan.

“Sebenarnya, kewenangan dalam transportasi di kawasan puncak menjadi tanggung jawab Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan Pemprov Jabar turut membantu full support,” ungkapnya.

BACA JUGA  Lalu Lintas Bandung Lancar saat Karnaval HUT ke-80 Jabar

Kepala Dinas Perhubungan Pemprov Jabar, Koswara menambahkan selama ini pengaturan lalu lintas di kawasan puncak hanya dapat dilakukan dengan buka tutup.

Untuk mengatasi kemacetan tersebut salah satu caranya tentu harus ditambah aksesibilitas, infrastruktur jalannya.

Bila tidak ditambah, pengaturan yang dilakukan polisi atau Dishub, tidak akan berjalan, karena sudah overload.

“Pengaturan lalu lintas di kawasan puncak, menjadi kewenangan dari polisi, sedangkan transportasinya berada di BPTJ,” kata Koswara.

“Kami sebenarnya tidak sampai ke pengaturan lalu lintas. Secara kewenangan untuk transportasi lebih banyak BPTJ pengaturannya, kami hanya supporting terhadap kebijakan BPTJ,” lanjutnya.

Pembangunan Tol Puncak Bogor dan Angkutan Umum

Menurut Koswara, saat ini pemerintah pusat melalui BPTJ tengah merencanakan pembangunan Tol Puncak ke Bogor-Cianjur-Sukabumi (Bocimi).

BACA JUGA  Pemkab Badung akan Bangun MRT dan Tol Laut

Serta menyiapkan angkutan umum dan wisata untuk wisatawan, di kawasan Puncak, Bogor.

“Itu semua pembangunannya dari pusat. Kemudian, dari BPTJ juga menyiapkan angkutan umum dan wisata Bogor -Puncak,” kata Koswara.

Ke depan para wisatawan itu cukup di bawah yaitu Ciawi atau Bogor. Kemudian naik ke puncak menggunakan angkutan umum.

Rencana menerapkan angkutan umum khusus itu sempat mendapat penolakan dari masyarakat sekitar, sehingga belum diuji coba lagi.

“Dua tahun lalu pernah diinisiasi oleh BPTJ untuk diterapkan angkutan umum dari Bogor -Puncak, tapi resistensinya tinggi, jadi ditunda,” ungkapnya.

“Mungkin dengan beberapa kejadian itu bisa dipaksakan dan masyakarat harus bisa menerimanya,” pungkasnya. (Rava/S-01)

BACA JUGA  Warga Keluhkan Angkot Buat Macet di Depan SMKN 1 Siatas Barita

Siswantini Suryandari

Related Posts

Yogyakarta Gelar Tiga Pameran Industri Sekaligus

YOGYAKARTA kembali menjadi tuan rumah untuk kedua kalinya bagi tiga pameran industri terbesar di Jawa bagian tengah: Jogja Food & Beverage Expo, Jogja Printing Expo, dan Jogja Pack & Process…

Jay Idzes dan Safira Ika Putri Raih Gelar Pemain Terbaik

KAPTEN timnas Indonesia Jay Idzes dan kapten timnas putri Safira Ika Putri terpilih menjadi pemain terbaik pada acara PSSI Awards 2026 yang berlangsung di Studio 6 Emtek City, Sabtu (28/3/2026)…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Yogyakarta Gelar Tiga Pameran Industri Sekaligus

  • March 29, 2026
Yogyakarta Gelar Tiga Pameran Industri Sekaligus

Dzuriyat KH Wahab Chasbullah Bahas Materi Muktamar NU

  • March 29, 2026
Dzuriyat KH Wahab Chasbullah Bahas Materi Muktamar NU

Jay Idzes dan Safira Ika Putri Raih Gelar Pemain Terbaik

  • March 29, 2026
Jay Idzes dan Safira Ika Putri Raih Gelar Pemain Terbaik

Resmi Bantu Iran, Houthi Serang Israel dengan Rudal Balistik

  • March 28, 2026
Resmi Bantu Iran, Houthi Serang Israel dengan Rudal Balistik

Hujan Angin, Tiga Reklame di Kota Bandung Roboh Timpa Empat Mobil

  • March 28, 2026
Hujan Angin, Tiga Reklame di Kota Bandung Roboh Timpa Empat Mobil

2.561.629 Pemudik Sudah Tiba di Jakarta pada H+6 Lebaran

  • March 28, 2026
2.561.629 Pemudik Sudah Tiba di Jakarta pada H+6 Lebaran