
TIM Bengawan Unmanned Vehicle (lUV) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta siap bersaing dengan tim-tim lain dalam kompetisi Kontes Robot Terbang Indonesia ( KRTI ) 2024, yang akan digelar di Lapangan Udara Gading Yogjakarta pada 12 – 19 September.
Rektor UNS Prof Dr Hartono pun mentargetkan Tim Bengawan UV UNS bisa berprestasi pada ajang talenta KRTI tahunan yang diselenggarakan tiap tahun oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia ( BPTI) Pusat Prestasi NasionalKementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ( Kemendibudristek).
“Keikutsertaan UNS pada KRTI 2021 peringkat 3, lalu pada 2022 pandemi covid, dan 2023 KRTI UNS ada di peringkat 5. Ya untuk 2024 ini, kita optimistik bisa rangking 1 atau 2 di KRTI Yogjakarta. Kita dukung sepenuhnya ,” kata Hartono saat launching Tim KRTI UNS di halaman rektorat setempat, Senin ( 9/9).
General Manager Tim KRTI UNS, Deffa Putra Islami menegaskan, sepanjang keikutsertaan mereka di ajang KRTI sejak 2017, yang perlu diwaspadai adalah Tim KRTI dari ITB Bandung, ITS Surabaya, dan UGM Yogjakarta.
“Selama ini mereka sangat kuat di empat divisi yang dipertandingkan,” ujar Deffa.
Berjuang keras
Tim Bengawan UV UNS, pernah memborong tiga gelar juara dalam kompetisi KRTI 2021 saat UNS menjadi penyelenggara. Yakni Juara 3 Divisi Fixed Wing (FW), Juara 3 Divisi Vertical Take Off and Landing (VTOL), dan Juara Harapan 1 Technology Development (Propulsion System Development-ESC/ECU).
Dia katakan, untuk menuju kelolosan final kompetisi KRTI di Lapangan Udara Gading Yogjakarta, mereka harus berjuang keras melalui seleksi I dan seleksi II.
Pada progres seleksi kedua di wilayah I atau barat, yang diisi tim KRTI ITB Bandung dan juga Undip, mereka meraih juara 1 untuk divisi Racing Plane dan juara II di divisi technology development.
Dengan persiapan kategori racing plane yang panjang ini, Tim Bengawan UV UNS sangat yakin akan bisa berbicara banyak saat berlaga.
Beradu kecepatan
Yang jelas, Tim Bengawan IV UNS terkait persiapan, untuk tim divisi Racing Plane pada tahun ini memgambil tema Fast on Track atau simpelnya beradu kecepatan di lintasan Sejauh 700 m.
Mereka bersiap dengan pesawat bernama Ares yang memilik kecepatan hingga 52 m/s.
Paket darurat
Sedang untuk wahana kedua, yakni Tim divisi Fixed Wings, disiapkan pesawat yang memiliki misi pengiriman paket darurat di wilayah tepi sungai.
Wahana ini di desain mampu membawa payload seberat 1 kg yang akan dijatuhkan di lokasi yang telah ditentukan.Kegunaan lainnya adalah melakukan pemetaan sepanjang aliran sungai. Selama terbang wahana Ishara evo v4 ini mampu melakukan pengiriman video secara live yang dibantu dengan antenna tracker.
Kemampuan terbang wahana fxed wings ini bisa mencapai 30 menit. Lalu untuk tim divisi VTOL (vertical Take Off Landing), yang merupakan wahana bertipe quadcopter, memiliki misi terbang di dalam ruangan dan luar ruangan, untuk mengambil sebuah payload, dan selanjutnya dibawa melewati arena.
Tim terakhir untuk Divisi Technologi Development, memiliki kompleksitas yang cukup tinggi, karena dituntut bisa mengembangkan inovasi teknologi secara mandiri.
“Pada tahun ini inovasi yang kami kembangkan mencakup Airframe, Electric speed Control (ESC)dan Ground Control Station (GCS),” pungkas Deffa. (WID/N-01)







