Mahasiswa KKN UNY Sosialisasikan Rumah Tahan Gempa

SEJUMLAH mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang menjalankan KKN di Pengasih, Kulonprogo melakukan sosialisasi tentang rumah tahan gempa.

Sosialisasi itu sekaligus mengingatkan bahwa, Indonesia berada di ring of fire dan menjadi kawasan yang sering terjadi gempa bumi. Karena itu, masyarakat diharapkan membangun bangunan yang tahan gempa.

Mereka juga mengingatkan akibat gempa kerap menyebabkan kerusakan bangunan. Untuk itu mereka menyebut pentingnya rumah tahan gempa.

Kepala Dukuh Ngento Kastana mengatakan sosialisasi ini sangat diperlukan oleh warga setempat karena masih banyak yang belum tahu tentang rumah tahan gempa.

“Oleh karena itu senyampang ada mahasiswa KKN UNY disini kami minta untuk menyosialisasikan hal tersebut” ujar Kastana, Selasa (27/8).

BACA JUGA  UNY Dipercaya Seleksi Pamong Kalurahan

Salah seorang mahasiswa Muhammad Iqbal Zainurrizar memaparkan bahwa filosofi bangunan tahan gempa, bangunan tidak engalami kerusakan baik pada komponen non-struktural (dinding retak, genting dan langit-langit jatuh, kaca pecah) maupun pada komponen strukturalnya (kolom dan balok retak, pondasi ambles).

“Bila terjadi gempa sedang, bangunan boleh mengalami kerusakan pada komponen non-strukturalnya akan tetapi komponen struktural tidak boleh rusak,” katanya.

Menurut Iqbal prinsip dasar dari bangunan tahan gempa adalah membuat seluruh struktur menjadi satu kesatuan sehingga beban dapat ditanggung dan disalurkan secara bersama-sama dan proposional.

“Bangunan juga harus bersifat daktail atau liat, sehinga dapat bertahan apabila mengalami terjadinya perubahan bentuk yang diakibatkan oleh gempa. Konsep bangunan tahan gempa adalah berbentuk simetris misalnya bujursangkar atau segi empat dan mempunyai perbandingan sisi yang baik yaitu panjang lebih kecil dari 3 kali lebar, ini dimaksudkan untuk mengurangi gaya puntir yang terjadi pada saat gempa,” jelasnya.

BACA JUGA  65 Persen dari 1.566 Wisudawan UNY Tahun ini adalah Perempuan

Tanah bergerak

Mahasiswa lain, Eva Fatimah menambahkan selain gempa tanah bergeser atau pergeseran tanah adalah fenomena yang juga sering terjadi.

“Pada kejadian ini lapisan tanah bergerak dari posisi awalnya. Ini bisa terjadi karena berbagai alasan, termasuk aktivitas seismik, erosi, curah hujan tinggi, dan kondisi geologis tertentu,” ujarnya.

Mahasiswa prodi Teknik Sipil itu menjelaskan, untuk mengurangi dampak bangunan pada tanah yang bergeser melalui perencanaan dan pemilihan lokasi, desain pondasi yang tepat, penguatan struktur serta teknik konstruksi yang fleksibel.

“Pondasi harus diletakkan pada tanah yang keras kedalaman minimum 60 centimeter. Pondasi harus mempunyai hubungan kuat dengan sloof, dan inovasi pondasi konstruksi sarang laba-laba atau KSLL,” katanya. (AGT/N-01)

BACA JUGA  Guru Besar UNY Ajak Publik Jauhi Prestasi Instan

Dimitry Ramadan

Related Posts

Sambut HUT Lalu Lintas ke-71, Polda DIY Gelar Gerakan Pasar Murah

DALAM rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026, Polda DIY menggelar Gerakan Pasar Murah di halaman Mapolda DIY pada Selasa. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB…

BPKH Ajak Generasi Muda UIN Sunan Kalijaga Persiapkan Haji Sejak Dini

KEDEPUTIAN Bidang Penghimpunn Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yayasan Harika untuk Kemanusiaan dan Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mengajak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Sambut HUT Lalu Lintas ke-71, Polda DIY Gelar Gerakan Pasar Murah

  • September 29, 2026
Sambut HUT Lalu Lintas ke-71, Polda DIY Gelar Gerakan Pasar Murah

BPKH Ajak Generasi Muda UIN Sunan Kalijaga Persiapkan Haji Sejak Dini

  • September 29, 2026
BPKH Ajak Generasi Muda UIN Sunan Kalijaga Persiapkan Haji Sejak Dini

Program Lestari PT BGR Minamas Raih Silver CSR & PDB Award

  • September 29, 2026
Program Lestari PT BGR Minamas Raih Silver CSR & PDB Award

Peringati Hari Batik Nasional, para Siswa Belajar Membatik

  • September 29, 2026
Peringati Hari Batik Nasional, para Siswa Belajar Membatik

Rektor UIN Sunan Kalijaga Dorong Integrasi-Interkoneksi Keilmuan

  • September 29, 2026
Rektor UIN Sunan Kalijaga Dorong Integrasi-Interkoneksi Keilmuan

Polsek Depok Timur Tangkap Remaja yang Bawa Senjata Tajam

  • September 29, 2026
Polsek Depok Timur Tangkap Remaja yang Bawa Senjata Tajam