
MAJELIS shalawat yang kerap digelar Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen dinilai menginspirasi tumbuhnya gerakan shalawat sebagai kebutuhan umat Islam di Jawa Tengah.
Tokoh PPP Jawa Tengah, Masruhan Samsurie, menyebut Taj Yasin atau Gus Yasin sebagai penggerak utama gema shalawat di wilayah tersebut, melanjutkan spirit yang sebelumnya digelorakan almarhum KH Maimoen Zubaer.
“Saya melihat Gus Yasin menjadi motor penggerak gema shalawat di Jawa Tengah, sebagaimana dahulu digelorakan Mbah Maemoen,” kata Masruhan saat memberikan sambutan dalam acara Al Ikhlas Bersholawat bersama Al Habib Anis bin Idrus Syahab, dalam rangka Harlah PPP ke-53 di Desa Tengaran, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Minggu malam (9/2).
Menurut Masruhan, gerakan shalawat yang digerakkan Gus Yasin membawa manfaat besar bagi umat. Ia menilai shalawat menjadi penyangga dalam membangun gerakan moral menuju kehidupan yang lebih baik dan penuh berkah.
“Selama Indonesia masih menggema dengan shalawat, harapan hidup yang lebih baik akan terwujud,” ujarnya.
Ia menambahkan, shalawat merupakan kebutuhan umat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Setiap amal, katanya, akan lebih baik jika diawali dengan shalawat.
“Dalam menghadapi tantangan, semua amal akan lebih sempurna jika mengumandangkan shalawat,” tambahnya.
Majelis shalawat untuk gerakan moral
Sementara itu, Taj Yasin dalam sambutannya mengajak masyarakat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui shalawat dan doa bersama. Ia mencontohkan kisah Nabi Musa AS yang menggelar doa bersama di alam terbuka saat menghadapi kemarau panjang.
“Nabi Musa mengajak umatnya bertaubat dan berdoa bersama agar diampuni kesalahannya. Allah kemudian mengabulkan doa tersebut dengan menurunkan hujan,” ujarnya.
Menurut Gus Yasin, kisah tersebut dapat menjadi refleksi bagi masyarakat Indonesia yang tengah menghadapi berbagai bencana. Selain ikhtiar dan mitigasi yang telah dilakukan, doa dan pendekatan spiritual dinilai penting sebagai upaya memohon perlindungan dan keselamatan.
“Segala upaya sudah dilakukan, tetapi Allah SWT yang menjadi penentu. Semoga dengan doa bersama, tercapai kehidupan dan kesejahteraan yang lebih baik,” katanya.
Acara shalawat bersama Habib Anis bin Idrus Syahab dari Jakarta berlangsung sekitar tiga jam. Meski sempat diguyur gerimis, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Gema shalawat mengalun di lapangan Desa Tengaran, diiringi grup hadroh Baitul Musthofa. (Htm/S-01)







