Tradisi Yasa Peksi Burak Warnai Peringatan Isra Mikraj

KERATON Yogyakarta bersama Keraton Surakarta, Pura Mangkunegaran, dan Pura Pakualaman tetap mempertahankan napas Islam dalam penyelenggaraan adat istiadat sehari-hari. Salah satunya melalui tradisi peringatan Isra Mikraj yang rutin digelar setiap 29 Rejeb dalam Kalender Jawa Sultanagungan.

Dalam peringatan tersebut, terdapat tradisi khas yang disebut Hajad Dalem Yasa Peksi Burak. Yasa berarti membuat, yakni membuat representasi Peksi Burak atau Buraq, kendaraan suci yang diyakini mengantar Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan Isra dan Mikraj dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga naik ke Sidratul Muntaha.

Tahun ini, prosesi Yasa Peksi Burak digelar di Kagungan Dalem Bangsal Sekar Kedhaton pada Kamis (15/1). Prosesi dihadiri putri-putri Sri Sultan Hamengku Buwono X, yakni GKR Condrokirono, GKR Maduretno, GKR Hayu, GKR Bendara, serta GKR Mangkubumi. Turut hadir GBRAy Riya Kusuma, BRAy Joyokusumo, serta Wayah Dalem Putri dan Sentana Dalem Putri dari para sultan terdahulu.

BACA JUGA  Ketika Kagungan Dalem Bangsal Srimanganti Dikuasai Anak-anak

Tradisi Yasa Peksi Burak, pembuatan orname burung burak

Sebelum prosesi dimulai, Abdi Dalem Keparak menyiapkan berbagai perlengkapan, mulai dari merangkai bunga dan daun pandan hingga membuat representasi pohon berbunga. Setelah Putri Dalem tiba, mereka berbagi tugas, seperti meronce melati, mengupas jeruk bali, membersihkan kulit arinya, hingga memasang tujuh jenis buah pada kerangka bambu yang menjadi sarang Peksi Burak.

Seluruh Sentana Dalem dan Abdi Dalem yang hadir memiliki tugas masing-masing dalam pembuatan Peksi Burak, sarang burung, serta ornamen pelengkapnya.

Abdi Dalem Keparak, KRT Tejakusuma, menjelaskan bahwa pembuatan Yasa Peksi Burak harus selesai sebelum pukul 15.00 WIB. Empat representasi pohon dibuat dari dedaunan pacar cina (Aglaia odorata) yang dihias bunga kamboja merah dan putih, patra manggala, mawar, kenanga, daun pandan, serta batang dan daun singkong.

BACA JUGA  Srimpi Pramugari, Penari Membawa Senjata Keris dan Pistol  

Buah-buahan dan palawija

Sepasang Peksi Burak (jantan dan betina) dibentuk dari kulit jeruk bali yang menyerupai leher, kepala, sayap, dan ekor. Sementara sarangnya dibuat dari rangkaian tujuh jenis buah sesuai musim. Tahun ini buah yang digunakan antara lain pisang raja, rambutan, manggis, jeruk, sawo, apel, dan salak, dilengkapi tebu kupas yang dipotong pendek.

Menariknya, buah rambutan yang digunakan tahun ini berasal dari kompleks Kedhaton dan Keputren. Pada kesempatan lain, ketika rambutan sulit didapat di Yogyakarta, GKR Hemas pernah mendatangkannya dari Medan, Sumatera Utara.

Setelah selesai, kelompok Abdi Dalem Kanca Abrit membawa Peksi Burak beserta kelengkapannya menuju Masjid Gedhe dengan pengawalan Prajurit Suranata dan dipimpin Kanca Urusan Pengulon.

Tradisi Yasa Peksi Burak untuk memperingati Isra Mikraj di Keraton Yogyakarta
Di Masjid Gedhe, Peksi Burak ditempatkan di tengah serambi untuk digunakan dalam kajian dan pembacaan riwayat Isra Mikraj usai salat Isya. Puncak peringatan digelar pukul 19.30 WIB melalui kajian dan pembacaan riwayat Isra Mikraj oleh Abdi Dalem Pengulon, ML Amat Taufik Arifin S.Sos. (MN/dok Keraton Yogyakarta)

Di Masjid Gedhe, Peksi Burak ditempatkan di tengah serambi untuk digunakan dalam kajian dan pembacaan riwayat Isra Mikraj usai salat Isya. Puncak peringatan digelar pukul 19.30 WIB melalui kajian dan pembacaan riwayat Isra Mikraj oleh Abdi Dalem Pengulon, ML Amat Taufik Arifin S.Sos.

BACA JUGA  Ketika Grebeg Besar Kraton Yogyakarta tak lagi Dirayah, tapi Dibagikan

Usai acara, satu Peksi Burak dibawa ke Kantor Urusan Pengulon untuk dibagikan kepada Abdi Dalem Pengulon, sementara satu lainnya dibagikan kepada jemaah yang hadir di Masjid Gedhe.

“Meski Yasa Peksi Burak ini berdekatan dengan Tingalan Jumenengan Dalem Sinuwun yang jatuh pada 29 Rejeb, keduanya bukan satu rangkaian,” ujar Nyi KRT Tejakusuma. (AGT/S-01)

 

 

 

Siswantini Suryandari

Related Posts

KAI Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

MENDEKATI volume perjalanan kereta api yang melonjak pada masa Angkutan Lebaran 2026, PT KAI Daop 6 Yogyakarta menyelenggarakan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang. Menurut Manager Humas PT KAI Daop 6…

Wabup Sleman Buka TMMD Sengkuyung Tahap I 2026

WAKIL Bupati Sleman Danang Maharsa membuka kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 di Lapangan Sumberadi, Mlati, Sleman, Selasa (10/2). Program TMMD dinilai mampu mempercepat akselerasi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus Ekspor Limbah Sawit

  • February 10, 2026
Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus Ekspor Limbah Sawit

Banding PSS Ditolak, Tribun Utara dan Selatan Harus Ditutup

  • February 10, 2026
Banding PSS Ditolak, Tribun Utara dan Selatan Harus Ditutup

KAI Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

  • February 10, 2026
KAI Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

Penjualan Tiket Kereta Periode Lebaran Sudah 82.295

  • February 10, 2026
Penjualan Tiket Kereta Periode Lebaran Sudah 82.295

Wabup Sleman Buka TMMD Sengkuyung Tahap I 2026

  • February 10, 2026
Wabup Sleman Buka TMMD Sengkuyung Tahap I 2026

DLH Imbau Warga Tak Konsumsi Ikan dari Sungai Cisadane

  • February 10, 2026
DLH Imbau Warga Tak Konsumsi Ikan dari Sungai Cisadane