Siasati Efisiensi, Gubernur Jabar Imbau Pemkab Lakukan WFH

UNTUK menyiasati efisiensi anggaran, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terpaksa menerapkan bekerja dari rumah (WFH). Lewat format itu dipercaya bisa menekan biaya penggunaan air, Listrik dan alat tulis kantor (ATK). Karena itu semua Pemkab dan Pemkot pun diharapkan menerapkan hal serupa.

“Pemprov juga mendorong kabupaten/kota agar ikut melakukan WFH bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan daerahnya masing-masing. Mungkin bagi kabupaten yang masih cukup APBD nya, tidak perlu WFH, tetapi bagi kabupaten lain seperti Kuningan, Purwakarta, Subang. Pangadaran, Majalengka mesti WFH, kalau tidak beban anggarannya berat, provinsi saja WFH,” papar Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Senin (3/11).

Menurut gubernur, di lingkungan Pemprov Jabar, WFH rencananya akan diterapkan satu minggu sekali, dimulai pada Kamis pekan ini. Karena semakin banyak orang di kantor, semakin banyak air yang dipakai, listrik yang dipakai, semakin banyak jaringan internet yang digunakan.

BACA JUGA  Pemprov Jabar Targetkan PAD Rp30,1 Triliun

Surat edaran

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jabar, Dedi Supandi menyatakan, surat edaran bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan WFH sudah dikeluarkan.

“Intinya yang bulan November ini, WFH satu hari bagi seluruh perangkat daerah. Kecuali yang melaksanakan pelayanan langsung, itu enggak termasuk,” tuturnya.

Penerapan WFH di seluruh OPD ini, kata Supandi, akan dilakukan satu minggu satu kali, setiap hari Kamis. “Kemarin kita pertimbangannya hari Kamis kenapa? Dikhawatirkan kalau hari Senin atau hari Jumat ini malahan banyak dipergunakan untuk anggapan weekend. Nanti tidak fresh, makanya kita ambil di posisi tengah sebagai upaya untuk mempertahankan output kinerja,” ungkapnya.

WFH 50 persen

Sopandi mengatakan, uji coba WFH satu hari tersebut akan dilaksanakan selama November 2025. Lalu pada Desember 2025 akan uji coba WFH 50 persen, setelah itu akan dievaluasi pelaksanaannya guna mengambil langkah ke depan.

BACA JUGA  4 Kepala Daerah di Bandung Raya Dapat Peringatan Soal Sampah

“Nanti setiap perangkat daerah setelah satu bulan ini akan kita evaluasi, berapa sebetulnya efisiensi yang bisa diterapkan dari WFH ini. Misalnya terjadi efisiensi pemakaian listrik, internet dan air,” terangnya.

Dedi menambahkan, target yang ingin dicapai pada langkah WFH ini adalah menekan anggaran 15 hingga 20 persen, namun kalau untuk nominalnya belum dapat diketahui. (Zahra/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Seorang PNS di Taput Dipecat Usai Tagih TPP Tertunggak 19 Bulan

NASIB malang dialami Ida Rohani Sinaga. Pasalnya, setelah hampir tiga dekade mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga itu harus kehilangan pekerjaannya. Ironisnya, keputusan pemberhentian…

Amphibi Jatim Tawarkan Penanganan Sampah dengan Mesin Extruder

ALIANSI Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup dan B3 Indonesia (Amphibi) Jawa Timur menawarkan teknologi mesin extruder kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebagai solusi menekan penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Tawaran…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bekuk PSMS, Persebaya Rebut Tiket ke Semifinal

  • July 29, 2026
Bekuk PSMS, Persebaya Rebut Tiket ke Semifinal

Persija Bermain Imbang dengan Port FC, STY Puas

  • July 29, 2026
Persija Bermain Imbang dengan Port FC, STY Puas

Guru Besar ITB Masuk Bursa Balon Rektor UPN Veteran Yogyakarta

  • July 29, 2026
Guru Besar ITB Masuk Bursa Balon Rektor UPN Veteran Yogyakarta

Kontroversi Warnai Penunjukan Mancini Sebagai Pelatih Italia

  • July 29, 2026
Kontroversi Warnai Penunjukan Mancini Sebagai Pelatih Italia

Resmi Jadi Arsitek Prancis, Zidane Diharap Kembalikan Kejayaan Les Bleus

  • July 29, 2026
Resmi Jadi Arsitek Prancis, Zidane Diharap Kembalikan Kejayaan Les Bleus

OTT Bupati Pemalang Disebut Terkait Korupsi Proyek dan Jual Beli Jabatan

  • July 29, 2026
OTT Bupati Pemalang Disebut  Terkait Korupsi Proyek dan Jual Beli Jabatan