
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, untuk tetap waspada menyusul terjadinya 113 gempa susulan pascagempa utama yang mengguncang wilayah tersebut, Kamis malam (24/7).
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa hingga Jumat (25/7) pukul 14.00 Wita, sebagian besar 113 gempa susulan tercatat berkekuatan ringan. Dari total aktivitas, 84 gempa memiliki magnitudo di bawah 3,0; 21 gempa berkekuatan antara 3,0 hingga 4,0; dan delapan kejadian lain memiliki magnitudo lebih dari 4,0.
“Gempa utama dan susulannya dipicu oleh aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan mendatar,” ujar Daryono di Jakarta, Sabtu (26/7).
Gempa utama yang mengguncang Poso dan sekitarnya terjadi pada Kamis (24/7) pukul 21.07 Wita, dengan kekuatan yang telah dimutakhirkan menjadi 5,7 magnitudo. Wilayah Poso memang termasuk salah satu zona dengan kompleksitas tektonik tinggi di Sulawesi Tengah.
BMKG memastikan bahwa rangkaian gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 2.011 warga atau 609 kepala keluarga mengungsi akibat gempa. Empat warga mengalami luka ringan, 14 rumah dilaporkan rusak berat, dan 21 rumah lainnya rusak ringan. Selain itu, satu fasilitas pendidikan dan satu rumah ibadah mengalami kerusakan ringan.
BMKG dan pemerintah daerah telah memetakan zona rawan serta menyiapkan langkah mitigasi dini, termasuk skema evakuasi jika potensi bencana meningkat.
Masyarakat diminta tetap tenang, mengikuti arahan resmi, dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (*/S-01)








