Gongcik Seni Tari Pencak Perlawanan terhadap Penjajah

Kelompok Gongcik Wiro Padi, seni tari pencak, mengadakan pertunjukan pada malam hari, Selasa (24/6/2025) selepas isya.

Seni tari pencak itu digelar pada peringatan haul Mbah Wiro Padi, bertepatan dengan acara menyambut bulan syuro/ muharam–tahun baru Islam–sebagai leluhur Desa Pasucen Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Beberapa kelompok Gongcik, seni tari pencak, sekitar diantaranya dari daerah Tlogowungu, Margoyo, dan Wedarijaksa , turut hadir memeriahkan.

Gongcik merupakan kesenian langka asal Kabupaten Pati yang kini sedang dalam proses pengajuan sebagai warisan seni dan budaya tak benda.

Gongcik adalah seni tari berdasar gerakan bela diri pencak silat. Seni gerak tari dipadu seni bela diri dan musik. Biasanya dimainkan berpasangan dengan gerakan sinergi .

BACA JUGA  Tag Negatif di Google Maps untuk Pati, Kapolda Jateng Turun Tangan

Gongcik muncul sejak kehadiran Mbah Wiro Padi sekitar tahun 1835. Mbah Wiro Padi diduga adalah bagian dari Laskar Pangeran Diponegoro dalam ‘Perang Jawa’ yang masih melakukan perlawanan terhadap penjajah.

Salah satu strategi untuk mengelabuhi penjajah Belanda adalah dengan membuat bentuk kesenian Gongcik sebagai kamuflase sandi-sandi perlawanan lewat seni dan budaya, sekaligus media dakwah.

Alat alat musik pengiring Gongcik mirip musik barongan, yaitu gong, kenong kempul, kendang ditambah jidor, tapi tanpa slompret.

“Dulu ini dilakukan oleh Mbah Wiro Padi sebagai sarana berkumpul dan berdakwah untuk kamuflase perlawanan,” kata Ahmad Fauzi atau lelaki yang bisa disapa Ochenk.

Benteng budaya

Seni Gongcik sempat vakum lama. Saat acara Gosek Tontonan #10 di Kecamatan Trangkil, saat itulah Gongcik aktif  lagi.

BACA JUGA  Banjir Meluas, Pati Tetapkan Status Tanggap Darurat

“Alhamdullilah berlanjut jadi seni tanggapan dihajatan juga sedekah bumi sampai sekarang dan ada generasi muda yang mulai tertarik untuk terlibat didalamnya,” tambah Ochenk motor penggerak Gongcik Singo Padi Pasucen.

Jadi, sebagai seni tari pencak, Gongcik bukan hanya berfungsi sebagai hiburan semata. Ini salah satu upaya pembekalan masyarakat untuk membentengi diri dari pengaruh budaya luar yang makin masif.

“Upaya nguri-nguri warisan leluhur dan kami akan meneruskan cita cita leluhur kami dengan harapan Gongcik tetap lestari dan bisa menjadi identitas seni lokal yang go publik, ” tegas Ochenk. (Putut Pasopati/W-01)

BACA JUGA  Pemkab Pati Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana hingga 6 Februari

bowo prasetyo

Related Posts

Pemkot Bandung Hadirkan 2.361 Peluang Kerja di Job Fair 2026

DINAS Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung kembali menghadirkan kesempatan kerja bagi masyarakat melalui kegiatan Bandung Utama Job Fair Future Connect 2026 Wilayah Bandung Tengah yang akan digelar di GOR Bandung pada…

AFJ Dorong Dirjen PKH Tingkatkan Standar Kesejahteraan Hewan

ANIMAL Friends Jogja (AFJ) mendorong Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian sebagai anggota WOAH representatif Indonesia untuk meningkatkan standar kesejahteraan hewan, khususnya dalam transportasi hewan. AFJ…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kasatpol PP Sidoarjo Gelar Jamasan Pusaka 1 Suro

  • June 15, 2026
Kasatpol PP Sidoarjo Gelar Jamasan Pusaka 1 Suro

Mantan Ketua BPD Damarsi Buka Suara Soal Penyalahgunaan TKD

  • June 15, 2026
Mantan Ketua BPD Damarsi Buka Suara Soal Penyalahgunaan TKD

Capai Kesepakatan, Iran belum Sepenuhnya Percaya pada AS

  • June 15, 2026
Capai Kesepakatan, Iran belum Sepenuhnya Percaya pada AS

Jerman Bantai Curacao 7-1, Nagelsmann Puji Tim Lawan

  • June 15, 2026
Jerman Bantai Curacao 7-1, Nagelsmann Puji Tim Lawan

Daichi Kamada Selamatkan Jepang dari Jepang Melawan Belanda

  • June 15, 2026
Daichi Kamada Selamatkan Jepang dari Jepang Melawan Belanda

Pelatih Australia Richard Garcia Senang Bisa Juarai Piala AFF U-19

  • June 14, 2026
Pelatih Australia Richard Garcia Senang Bisa Juarai Piala AFF U-19