Kraton Yogyakarta Tampilkan Uyon-Uyon Hadiluhung dan Bedhaya

SETELAH suwuk atau libur selama bulan Puasa, Kraton Yogyakarta kembali menggelar peringatan Wiyosan Dalem (hari kelahiran) Sri Sultan Hamengku Bawono Ka 10 dengan Uyon-uyon Hadiluhung, Senin Pon (20/4) malam Selasa Wage.

Acara yang disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube Kraton Jogja mulai pukuk 19.00 WIB ini digelar di Kagungan Dalem Bangsal Kasatriyan.

Pada Uyon-uyon Hadiluhung kali ini akan ditampilkan tari klasik Bedhaya Prabu Wiwaha. Bedhaya Prabu Wiwaha merupakan tari klasik gaya Yogyakarta karya Bendara Raden Ayu Yudinegoro, pada 1990.

Tarian ciptaan maestro tari Kraon Yogyakarta ini pertama kali ditampilkan pada 27 Juli 2002.

Dalam Bedhaya Prabu Wiwaha yang berdurasi sekitar 60 menit itu penari mengenakan busana rompi atau rompen dan menggunakan senjata berupa pistol.

BACA JUGA  Dapat Serat Palilah Kraton Yogyakarta, Polda DIY Siap Bangun Markas Baru

Tarian ini menceritakan tentang latar belakang perjuangan Sri Sultan Hamengku Buwono IX dalam melawan penjajah Belanda yang berkaitan dengan Serangan Umum 1 Maret.

Isi pesan yang ingin disampikan melalui tari ini bermaksud untuk menggambarkan ketegasan, keberanian, dan kewibawaan Sri Sultan Hamengku Buwono IX saat melawan penjajah Belanda.

Selain menampilkan bedhaya, Uyon-uyon Hadiluhung ini menampilkan komposisi gending dengan Gendhing Pambuka Ladrang Prabu Mataram Laras Slendro Pathet Sanga.

Disusul Gendhing Soran Gendhing Ketawang Segaran Laras Pelog Pathet Enem, Kendhangan Ketawang, Kendhangan Kalih.

Kemudian ditampilkan Gendhing Lirihan I yakni Gendhing Runtung Laras Slendro Pathet Enem, Kendhangan Candra jangkep sadhawahipun minggah Ladrang Girang-Girang Laras Slendro Pathet Enem. Baru kemudian Gendhing Lampah Bedhaya Prabu Wibawa.

BACA JUGA  Upacara Ngabekten di Kraton Yogyakarta Setiap Idul Fitri

Selesai Bedhaya Prabu Wiwaha, mengalun Gendhing Lirihan II Bawa Swara Sekar Tengahan Kenya Kedhiri Laras Slendro Pathet Sanga dan masih banyak lagi. (AGT/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

GELARAN Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 di Kota Semarang,  Jawa Tengah  tak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mesin penggerak ekonomi. Melalui Pameran Serambi Nusantara yang diikuti…

Pemkot Bandung Lakukan Pengawasan Khusus pada Tiga SPPG

AKIBAT masih maraknya kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemerintah Kota Bandung memperketat pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memastikan keamanan pangan. Wali Kota Bandung…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

  • September 14, 2026
Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

  • September 14, 2026
Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

Pemkot Bandung Lakukan Pengawasan Khusus pada Tiga SPPG

  • September 14, 2026
Pemkot Bandung Lakukan Pengawasan Khusus pada Tiga SPPG

Polri dan Jurnalis Gelar Doa Bersama untuk Korban Kapal Virgo dan 5 Wartawan Hilang

  • September 14, 2026
Polri dan Jurnalis Gelar Doa Bersama untuk Korban Kapal Virgo dan 5 Wartawan Hilang

Presiden Resmi Melantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

  • September 14, 2026
Presiden Resmi Melantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

Buaya Berukuran Besar di Tepi Sungai Sidoarjo Kagetkan Rombongan Guru

  • September 14, 2026
Buaya Berukuran Besar di Tepi Sungai Sidoarjo Kagetkan Rombongan Guru