Pentingnya Proyek Geothermal Cipanas pada Transisi Energi Nasional

PROYEK geothermal (panas bumi) penugasan survei pendahuluan dan eksplorsi (PSPE) Cipanas di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, merupakan salah satu inisiatif strategis pemanfaatan energi terbarukan. Proyeknya tengah digarap PT Daya Mas Geopatra Pangrango.

Subkoordinator Penyiapan dan Evaluasi Wilayah Kerja Panas Bumi Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Andi Susmanto, mengatakan selain mendukung kebutuhan energi, kehadiran proyek ini juga membuka peluang ekonomi baru. Antara lain meningkatkan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan sektor usaha lokal.

“Seperti halnya PLTP Kamojang yang telah beroperasi selama lebih dari 40 tahun, proyek geothermal PSPE Cipanas dirancang dengan standar tinggi yang sama untuk memastikan keberlanjutan serta keamanan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” kata Andi pada kegiatan silaturahmi sekaligus buka puasa bersama di Kabupaten Cianjur, Selasa (25/3) malam.

BACA JUGA  Telkomsel Buka 2 Gerai Baru di Cipanas dan  Sindangbarang

Masyarakat lokal

Andi menuturkan, energi panas bumi bermanfaat bagi masyarakat lokal, termasuk stabilitas pasokan energi dan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Energi geothermal dapat diandalkan sepanjang tahun karena tidak bergantung pada kondisi cuaca.

Pada sektor pertanian misalnya, pemanfaatannya juga berperan meningkatkan kualitas hasil panen. Satu di antaranya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, misalnya proses pengeringan biji kopi dan hasil pertanian lainnya.

“Pengembangan panas bumi memberikan manfaat kepada masyarakat dalam bentuk bonus produksi,” sebut dia.

Misalnya berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah, pembiayaan program-program peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat sekitar area PLTP. Kemudian mendorong timbulnya rasa memiliki dan menjaga keberadaan PLTP yang berada di wilayahnya.

BACA JUGA  Brunei Tindaklanjuti Rencana Investasi Energi Terbarukan di Jateng

Fakta berbeda

“Termasuk upaya mitigasi isu sosial dan terwujudnya kondisi yang kondusif antarbadan usaha pengembang panas bumi, pemerintah daerah, serta masyarakat sekitar area PLTP,” beber Andi.

Dia tak memungkiri, di tengah-tengah masyarakat masih terjadi aksi-aksi penolakan terhadap proyek panas bumi. Isu yang beredar berkaitan dampak negatif panas bumi yang dianggap mengurangi debit air tanah, menghasilkan gas beracun, atau menyebabkan gempa bumi.

“Tapi fakta-fakta ilmiah menunjukkan fakta berbeda,” terang dia.

Bukan gas beracun

Dia menjelaskan, uap panas bumi berasal dari kedalaman lebih dari 1.000 meter. Kedalamannya jauh di bawah lapisan air tanah yang umumnya berada pada kedalaman 10 hingga 100 meter sehingga keduanya tidak saling mempengaruhi.

BACA JUGA  Perpres 109/2025, Era Baru Pengelolaan Sampah Nasional

“Selain itu, uap yang dihasilkan dalam proses operasional panas bumi adalah uap air, bukan gas beracun,” jelasnya.

Indonesia merupakan negara dengan potensi panas bumi terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Kapasitas yang terpasang mencapai 2,65 GW.

Beberapa proyek panas bumi di Jawa Barat yang berperan penting dalam transisi energi nasional antara lain PLTP Wayang Windu, PLTP Kamojang, PLTP Salak, serta proyek geothermal PSPE Cipanas di Kabupaten Cianjur. (Zea/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Serahkan LKPD, Khofifah Ajak Kepala Daerah Tindak Lanjuti Temuan BPK

GUBERNUR Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Unaudited Tahun Anggaran 2025 kepada BPK RI Perwakilan Jawa Timur bersama 36 kabupaten/kota se-Jatim, Senin (30/3). Sebelumnya, Kota Surabaya…

Pengalihan 58% Dana Desa untuk KMP Bisa Lemahkan Otonomi Desa

KEBIJAKAN pemerintah yang mengarahkan sebagian besar dana desa atau sebesar 58 persen untuk program pengembangan Koperasi Desa Merah Putih menuai kritik dari kalangan akademisi. Salah satunya dari Guru Besar Antropologi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Electrik PLN Sukses Redam JPE di Laga Perdana Final Four Proliga

  • April 3, 2026
Electrik PLN Sukses Redam JPE di Laga Perdana Final Four Proliga

Tjiwi Kimia Berkomitmen Terapkan Ekonomi Sirkular

  • April 2, 2026
Tjiwi Kimia Berkomitmen Terapkan Ekonomi Sirkular

Bhayangkara Presisi Tancap Gas di Perdana Pembuka Final Four Proliga

  • April 2, 2026
Bhayangkara Presisi Tancap Gas di Perdana Pembuka Final Four Proliga

Lima Prodi Teknik UPN Veteran Yogyakarta Catat Persaingan Ketat

  • April 2, 2026
Lima Prodi Teknik UPN Veteran Yogyakarta Catat Persaingan Ketat

Ribuan Perangkat Desa di DIY Ucapkan Tanggap Warsa ke Sri Sultan

  • April 2, 2026
Ribuan Perangkat Desa di DIY  Ucapkan Tanggap Warsa ke Sri Sultan

Pemkot Jamin Gaji Karyawan Bandung Zoo dengan Skema Tenaga Ahli

  • April 2, 2026
Pemkot Jamin Gaji Karyawan Bandung Zoo dengan Skema Tenaga Ahli