Biaya Replika Penyu Raksasa Gadobangkong Bukan Rp15,6 miliar

REPLIKA penyu raksasa di Alun-alun Gadobangkong, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat tidak dibangun dengan biaya Rp15,6 miliar.

Hal itu ditegaskan oleh Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Pemprov Jabar Indra Maha viral replika penyu raksasa rusak dibuat dengan kardus berbiaya Rp15,6 miliar.

Menurutnya anggaran Rp15,6 miliar atau tepatnya Rp15.679.756.800 dipergunakan untuk membangun keseluruhan kompleks alun-alun di pinggir laut.

“Komponennya tidak hanya replika penyu saja, tapi juga mencakup sarana dan prasarana seperti selfie deck, leuit, gedung kuliner,” kata Indra Maha, Kamis (6/3).

Anggaran Rp15,6 miliar juga dipakai untuk pekerjaan site development berupa plaza, jalan, area parkir, pedestrian, taman, saluran, signage alun-alun, dengan total luasan penataan mencapai 9.812 meter persegi.

BACA JUGA  Sekda Jabar Siap Mundur Jika Bohong Soal Dana Rp4,1 Triliun

Indra memastikan patung penyu terbuat dari bahan resin yang tidak murah. Adapun bahan kardus dipakai untuk mencetak bentuk penyu dan bambu sebagai penahan.

“Jadi bukan terbuat dari kardus, tetapi kardus digunakan sebagai bahan pembentuknya saja,” lanjutnya Indra Maha.

Replika penyu rakasasa dari resin tersebut rusak akibat ulah pengunjung yang naik dan duduk di atas bagian tempurung penyu. Padahal sudah disediakan selfie deck di bawah.

“Pada praktiknya penyu bukan hanya jadi objek foto saja tapi ada pengunjung berfoto sambil menduduki replika penyu tersebut sehingga rusak,” ungkap Indra.

Indra menjelaskan alun-alun Gadobangkong sebetulnya sudah selesai dikerjakan oleh kontraktor sejak lama.

Pada Maret 2024 terjadi gelombang pasang yang menyebabkan area taman terendam banjir rob selama lima hari sehingga rusak.

BACA JUGA  Pemprov Jabar Gandeng Investor Optimalkan Sumur Migas Idle

Karena pada waktu bencana terjadi masih dalam masa pemeliharaan, kontraktor memperbaiki alun-alun.

Sampai akhirnya diserahterimakan dari Pemprov Jawa Barat ke Pemerintah Kabupaten Sukabumi pada 12 September 2024.

Pihak kontraktor sedang memperbaiki kerusakan pada replika penyu raksasa, sebagai bentuk rasa memiliki fasilitas tersebut.

“Mereka merasa bagian dari masyarakat Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Antisipasi Kekeringan saat Kemarau, Polda Jabar Bangun Sumur Bor

BIRO Sumber Daya Manusia Polda Jawa Barat mulai antisipasi dampak musim kemarau dengan membangun sumur bor serta menyalurkan air bersih ke sejumlah lahan pertanian milik kelompok tani (poktan) binaan. Upaya…

Farhan Bakal Seret Pelaku Penebangan 10 Pohon di Riau ke Meja Hijau

WALI Kota Bandung, Muhammad Farhan mengambil sikap tegas terhadap dugaan penebangan liar 10 pohon yang terjadi di Jalan RE Martadinata atau Jalan Riau Kota Bandung. Farhan memastikan kasus tersebut akan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Malaysia Hormati Hukum di Indonesia Soal Pilot Penyelundup Narkoba

  • July 31, 2026
Malaysia Hormati Hukum di Indonesia Soal Pilot Penyelundup Narkoba

Bekuk Tampines Roves, Persib Sempurna di Grup A

  • July 31, 2026
Bekuk Tampines Roves, Persib Sempurna di Grup A

Terkam DPMM FC, Arema Melaju ke Semifinal Piala Presiden

  • July 31, 2026
Terkam DPMM FC, Arema Melaju ke Semifinal Piala Presiden

Pergantian Pemain Jadi Kunci Kemenangan Indonesia atas Timor Leste

  • July 31, 2026
Pergantian Pemain Jadi Kunci Kemenangan Indonesia atas Timor Leste

Kapolda DIY Pimpin Sertijab Pergantian Pejabat Utama dan Kapolresta

  • July 31, 2026
Kapolda DIY Pimpin Sertijab Pergantian Pejabat Utama dan Kapolresta

Buat Film Anti-korupsi dan KDRT, Sule Ingin Bantu Edukasi Warga Tasikmalaya

  • July 31, 2026
Buat Film Anti-korupsi dan KDRT, Sule Ingin Bantu Edukasi Warga Tasikmalaya