Ratusan Santri di Jateng Dilatih Usaha Boga dan Barista

SEBANYAK 103 santri  dan 10 mahasiswa  dari berbagai pondok pesantren dan perguruan tinggi dilatih keterampilan usaha boga dan barista.

Ratusan santri di Jateng ini ikut pelatihan keterampilan sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi kemiskinan.

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI dan Provinsi Jateng ini dilaksanakan di Masjid Agung Jawa Tengah (MATJ), Selasa (25/2).

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menyatakan, sejauh ini mendorong para santri ambil bagian dalam upaya pengentasan kemiskinan di wilayahnya.

“(Pelatihan ini) sebagai upaya menanggulangi kemiskinan dan membuka peluang usaha bagi masyarakat Jawa Tengah,” kata Taj Yasin saat acara membuka pelatihan.

Pria yang akrab disapa Gus Yasin ini mengapresiasi penyelanggara yang telah mengadakan acara tersebut. Sebab, manfaatnya akan dirasakan masyarakat.

BACA JUGA  Dampak Diskon Tarif Listrik, Jateng Alami Deflasi -0,46 Persen

“Ini juga berdampak terhadap pengentasan kemiskinan dan kebermanfaatan ke depan,” kta Wagub Jateng.

“Jadi tidak hanya membuka toko kue atau makanan, tapi bisa menjadi guru di SMK, lembaga kursus, dan lain sebagainya,” lanjutnya.

Ratusan santri di Jateng pelatihan usaha

Menurut dia, hasil dari pelatihan ini dapat dipraktikkan di lingkungan pondok pesantren. Misalnya pada saat acara haflah, konsumsinya bisa dikelola secara mandiri.

“Ini juga bisa menjadi sumber ladang usaha milik pondok atau para santri,” tuturnya.

Dengan semakin banyak pelatihan, lanjutnya maka ketrampilan yang dimiliki bisa cocok dengan dunia usaha.

Salah seorang santri asal Kudus, Rahmat mengaku senang dengan pelatihan ini, karena bisa menambah wawasan dan meningkatkan kompetensi memasak.

BACA JUGA  Semarang Gelar Perayaan Paskah 2025, Libatkan 10 Ribu Peserta

“Harapannya nanti kita bisa share ke temen-temen di pondok, supaya mereka nanti lebih mandiri dan bisa berwirausaha setelah keluar dari pondok,” katanya.

Rahmat berharap, pelatihan seperti ini lebih rutin digelar, sehingga kualitas masakan di pondok meningkat, baik dari sisi gizi, rasa, maupun penyajian.

Dalam acara tersebut, juga diserahkan bantuan modal usaha dari Baznas Jateng.

Yakni berupa oven elektrik 80×60 cm, Stand Mixer 3,5 liter, dan timbangan digital dengan total nilai Rp20 juta per penerima.

Bantuan modal usaha diberikan kepada 10 orang penerima.

Baznas RI juga memberikan bantuan pada kegiatan Pelatihan Z-Coffee dengan total sebesar Rp200 juta.  (Htm/S-01).

BACA JUGA  Kasus di Pati Jadi Alarm Darurat Kekerasan Seksual di Pesantren

Siswantini Suryandari

Related Posts

Bangunan SPPG di Depan Puskesmas Pangaribuan Dinilai Ganggu RSJ

PEMBANGUNAN dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan UPT Puskesmas Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara-Sumatera Utara, menuai sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Tapanuli…

Pemprov Jabar Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban Cukup

KETERSEDIAAN hewan kurban di Jawa Barat untuk Iduladha 2026 mencukupi. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS), stok domba pada Iduladha tahun ini diperkirakan mencapai 223.812 ekor. Jumlah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bangunan SPPG di Depan Puskesmas Pangaribuan Dinilai Ganggu RSJ

  • May 21, 2026
Bangunan SPPG di Depan Puskesmas Pangaribuan Dinilai Ganggu RSJ

Pemprov Jabar Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban Cukup

  • May 20, 2026
Pemprov Jabar Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban Cukup

SPMB SMA SMK di Sekolah Maung 2026 Siap Digelar

  • May 20, 2026
SPMB SMA SMK di Sekolah Maung 2026 Siap Digelar

Bobotoh Diminta Jaga Suasana Kondusif dan tidak Nyalakan Flare

  • May 20, 2026
Bobotoh Diminta Jaga Suasana Kondusif dan tidak Nyalakan Flare

Lulusan UIN Sunan Kalijaga Diminta tidak Takut Perubahan

  • May 20, 2026
Lulusan UIN Sunan Kalijaga Diminta tidak Takut Perubahan

Garebeg Besar Kraton Yogyakarta Dipastikan tanpa Iring-iringan Prajurit

  • May 20, 2026
Garebeg Besar Kraton Yogyakarta Dipastikan tanpa Iring-iringan Prajurit