Angpao Berasal Dari Dinasti Qin untuk Keberuntungan

ANGPAO sangat erat dengan tradisi Tionghoa, apalagi saat perayaan Imlek.

Sejarah angpao memiliki akar budaya yang panjang dalam tradisi Tionghoa dan berawal dari kepercayaan dan kebiasaan yang berkembang selama ribuan tahun. Berikut adalah penjelasan mengenai asal-usul angpao dan bagaimana tradisi ini berkembang:

1. Berasal dari Dinasti Qin (221–206 SM)

  • Pada masa Dinasti Qin, masyarakat Tiongkok memiliki kebiasaan memberikan koin yang diikat dengan benang merah sebagai jimat perlindungan terhadap roh jahat. Koin ini disebut yasui qian (壓歲錢), yang berarti “uang penolak roh jahat.”
  • Yasui qian sering diberikan kepada anak-anak untuk melindungi mereka dari roh jahat dan memberikan keberuntungan.

2. Perkembangan di Era Dinasti Song (960–1279)

  • Pada masa Dinasti Song, tradisi ini mulai berubah. Koin-koin tersebut tidak lagi diikat dengan benang merah, tetapi dimasukkan ke dalam kantong kain kecil. Praktik ini dianggap lebih praktis dan elegan.
  • Kantong merah ini melambangkan kebahagiaan dan keberuntungan.
BACA JUGA  30 UMKM Meriahkan Liburan di Museum Kereta Api Ambarawa

3. Penggunaan Amplop Merah pada Dinasti Ming dan Qing

  • Pada masa Dinasti Ming (1368–1644) dan Qing (1644–1912), amplop merah mulai digunakan sebagai pengganti kantong kain. Warna merah dipilih karena diyakini dapat mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan.
  • Tradisi memberi amplop merah menjadi lebih populer dalam perayaan Tahun Baru Imlek dan acara-acara penting lainnya, seperti pernikahan atau ulang tahun.

4. Evolusi Makna dan Tradisi

  • Seiring waktu, angpao tidak hanya dianggap sebagai jimat perlindungan, tetapi juga menjadi simbol pemberian berkah dan harapan baik. Tradisi ini berkembang menjadi bentuk kasih sayang dari orang tua, kerabat, atau sahabat kepada anak-anak dan orang yang belum menikah.
  • Jumlah uang dalam angpao juga mulai disesuaikan dengan makna keberuntungan, misalnya angka “8” yang melambangkan keberkahan (fa, ).
BACA JUGA  Libur Panjang, Volume Kendaraan di Tol Trans Sumatra Naik 29%

5. Angpao di Era Modern

  • Di masa modern, tradisi memberikan angpao tetap dilestarikan, tetapi kini lebih praktis. Selain uang tunai, angpao juga dapat diberikan secara digital melalui aplikasi pembayaran di Tiongkok seperti WeChat Pay dan Alipay.
  • Meski begitu, esensi angpao tetap sama: berbagi kebahagiaan, keberuntungan, dan berkah.

Legenda Terkait Angpao

Salah satu legenda populer tentang si amplop merah adalah kisah makhluk jahat bernama Sui. Pada malam Tahun Baru, Sui sering muncul untuk mengganggu anak-anak.

Orang tua yang khawatir kemudian memberikan koin yang dibungkus kain merah kepada anak-anak untuk melindungi mereka. Ketika Sui mendekati anak-anak, cahaya dari koin tersebut mengusirnya. Dari sinilah muncul tradisi angpao sebagai simbol perlindungan dan keberuntungan. (*/S-01)

BACA JUGA  Pecingan Jadi Momen yang Dinanti Anak-anak Saat Lebaran

Siswantini Suryandari

Related Posts

Rumah Eks Wali Kota Ito Digeledah Terkait Dugaan Ijazah Palsu

KASUS dugaan ijazah palsu tak hanya terjadi di Indonesia. Di Jepang, kepolisian menggeledah rumah mantan Wali Kota Ito, Prefektur Shizuoka, Sabtu (14/2), terkait tuduhan pemalsuan catatan akademik atau ijazah palsu.…

Dua Remaja Ditangkap Terkait Tewasnya Siswa SMP di Bandung

POLISI menangkap dua remaja berinisial YA (16) dan AP (17) yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan pelajar SMP Negeri 26 Bandung, ZAAQ (14). Korban ditemukan meninggal dunia di kawasan eks…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Rumah Eks Wali Kota Ito Digeledah Terkait Dugaan Ijazah Palsu

  • February 16, 2026
Rumah Eks Wali Kota Ito Digeledah Terkait Dugaan Ijazah Palsu

Dua Remaja Ditangkap Terkait Tewasnya Siswa SMP di Bandung

  • February 16, 2026
Dua Remaja Ditangkap Terkait Tewasnya Siswa SMP di Bandung

Brimob Polda Jateng Evakuasi Warga Sakit Terjebak Banjir

  • February 16, 2026
Brimob Polda Jateng Evakuasi Warga Sakit Terjebak Banjir

Sejarah Nian Gao atau Kue Keranjang Khas Imlek

  • February 16, 2026
Sejarah Nian Gao atau Kue Keranjang Khas Imlek

ITB Gelar CDT Tahap 2 Tanamkan Nilai Adaptif, Integritas

  • February 16, 2026
ITB Gelar CDT Tahap 2 Tanamkan Nilai Adaptif, Integritas

BMKG Rukyat Awal Ramadan 1447 H di 37 Titik

  • February 16, 2026
BMKG Rukyat Awal Ramadan 1447 H di 37 Titik