
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat menganggarkan hampir Rp100 miliar untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis yang akan dilaksanakan awal 2025.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Marlan Nirsyamsu mengatakan dari sisi pelaksanaan makan bergizi gratis akan melibatkan masyarakat daerah.
Pemkab Bandung akan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelibatan masyarakat.
Menurutnya masyarakat akan direkrut BGN untuk menjadi pegawai pelaksana makan bergizi gratis.
“Akan ada rekrutmen masyarakat setempat menjadi pegawai. Tetapi untuk pegawai inti itu tetap dari BGN. Mereka dilatih dulu oleh BGN di Universitas Pertahanan (Unhan),” ungkap Marlan, Selasa (17/12).
Pemkab Bandung masih menunggu skema anggaran untuk program makan bergizi gratis. Informasi yang beredar, pemda hanya diminta untuk dana sharing.
Kabupaten Bandung mendapat 7,76 persen dari pendapatan asli daerah (PAD). Jadi kalau dihitung antara Rp80 hingga Rp90 miliar untuk satu tahun.
“Untuk mengefektifkan pelayanan makan bergizi gratis agar tepat sasaran, maka akan ada Sentra Penyediaan Bahan Gizi (SPBG),” jelasnya.
SPBG mampu melayani 3.000 sasaran. SPBG itu semacam tempat atau dapur untuk membuat makanan.
Satu porsi menu makan bergizi harganya Rp10 ribu-Rp15 ribu. “Kami masih menunggu pedoman umumnya, Pemda memiliki sarana untuk itu, bisa disewa oleh BGN,” terang Marlan.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengatakan Pemkab Bandung sudah siap Vaik secara sumber daya alam dan SDM untuk menyukseskan program BMG. (Rava/S-01)







