
FAKULTAS Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) tenaga surya.
Menurut Dekan FMIPA UNS, Dr. Desi Suci Handayani, SPKLU tenaga surya ini upaya strategis fakultas dalam mendukung penghematan energi dan pengurangan emisi karbon.
“SPKLU tenaga surya ini menjadi bagian dari visi fakultas untuk mendukung transisi ke energi bersih dan berkelanjutan,” kata Desi, Rabu ( 9/10) di kampus UNS Kentingan.
SPKLU tenaga surya itu sudah diresmikan penggunaanya oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono 5 Oktober lalu. Bersamaan dengan kegiatan Dies Natalis ke-28 FMIPA.
SPKLU tenaga surya sumber utama energinya berkapasitas 11.000 watt dalam lima jam.
Sistem ini didukung 4 panel surya (WP) dengan memanfaatkan sinar matahariuntuk menghasilkan listrik.
Baterai penyimpanan berkapasitas maksimal 4.800 watt mampu menjaga pasokan daya tetap stabil untuk kebutuhan pengisian kendaraan listrik.
Teknologi ini memungkinkan SPKLU lebih efisien tanpa bergantung pada listrik konvensional.
SPKLU Tenaga Surya
Dengan dimulainya operasional SPKLU tenaga surya itu diharapkan dapat memfasilitasi penggunaan kendaraan listrik di lingkungan FMIPA baik oleh mahasiswa, dosen, dan staf.
Langkah ini sejalan dengan komitmen FMIPA mendukung upaya pengurangan jejak karbon dan memberikan kontribusi nyata dalam mencapai target emisi nol bersih.
Keberadaan SPKL tenaga surya di UNS, diharapkan menjadi model untuk pengembangan teknologi ramah lingkungan di kampus-kampus lainnya.
SPKLU tenaga surya ini dapat menginspirasi penelitian dan pengembangan lebih lanjut di bidang energi terbarukan di lingkungan FMIPA.
Serta memperkuat posisi UNS sebagai institusi berkomitmen pada keberlanjutan lingkungan dan teknologi hijau.
“Kami berharap kehadiran SPKLU tenaga surya ini akan mendorong lebih banyak warga kampus untuk beralih ke kendaraan listrik,” pungkas Desi. (WID/S-01)









