Konsolidasi Tanah Vertikal di Kawasan Kumuh Jadi Andalan AHY

KONSOLIDASI tanah vertikal menjadi salah satu unggulan program Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Penataan kawasan ini diimplementasikan melalui program Perbaikan Rumah dan Konsolidasi Tanah Vertikal Rumah Susun Cinta Damai.

Peresmian Rusun Cinta Damai dilakukan di Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (27/9).

“Kita harapkan bisa sedikit mengurangi permasalahan backlog rumah hunian dan juga kekumuhan serta kepadatan warga yang dihadapi sehari-hari,” kata AHY dalam sambutannya.

Program yang digagas Menteri AHY  ini merupakan program perbaikan bagi rumah-rumah warga kategori kumuh.

Konsolidasi Tanah Vertikal

Program ini terealisasi atas kerja sama dan kolaborasi Kementerian ATR/BPN, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

BACA JUGA  G-Dragon Konser Dunia Übermensch di Jakarta 26 Juli 2025

“Semoga ini mendapatkan keberkahan dari Tuhan dan ini yang kedua di Jakarta. Sebelumnya di Palmerah,” terang AHY.

Di Indonesia baru di Jakarta dilaksanakan skema ini  yang dikelola oleh Kementerian ATR/BPN.

“Kegiatan ini juga mendapat dukungan anggaran dan CSR. “Mudah-mudahan bisa menginspirasi di tempat lainnya,” pungkas Menteri AHY.

Penataan permukiman melalui Konsolidasi Tanah Vertikal kali ini didirikan di atas bidang tanah seluas 108 m2 yang dihuni oleh delapan kepala keluarga.

Hasil penataan berupa rumah flat 4 lantai dengan 12 unit hunian dan penerbitan hak atas tanah berupa 1 Sertipikat HGB Bersama.

Dan 2 Hak Pakai untuk jalan lingkungan hasil sumbangan tanah untuk pembangunan dari masyarakat peserta program tersebut seluas 4 m2.

BACA JUGA  KPK Siap Bawa Gubernur Riau ke Jakarta

Serta 12 SHM satu rusun dengan masing-masing luasan 18 m2. (AGT/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Muzani Tegaskan UUD 1945 tak Bisa Diubah Secara Gegabah

KETUA MPR RI Ahmad Muzani, menegaskan MPR tidak akan gegabah dalam melakukan perubahan terhadap UUD 1945. Namun mereka akan mendengarkan berbagai aspirasi, pandangan, pemikiran, ide, dan gagasan dari berbagai elemen…

Kemenimipas Menonaktifkan Lima Pejabat Lapas Cibinong untuk Diperiksa

UNTUK menindaklanjuti temuan Ombudsman perihal  adanya ruang tahanan yang mirip apartemen di Lapas Cibinong, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) akan melakukan investigasi. Untuk itu mereka menonaktifkan lima pejabat struktural Lapas…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

  • September 27, 2026
Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

Muzani Tegaskan UUD 1945 tak Bisa Diubah Secara Gegabah

  • September 27, 2026
Muzani Tegaskan UUD 1945 tak Bisa Diubah Secara Gegabah

Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

  • September 27, 2026
Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

  • September 27, 2026
Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

  • September 27, 2026
Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit

  • September 27, 2026
Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit