GIPI Dampingi Dua Desa Wisata di Gunungkidul

GABUNGAN Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) bersama Dinas Pariwisata DIY memberikan pendampindan kepada dua desa wisata, Desa Wisata Katongan, Nglipar, Gunungkidul dan Desa Wisata Nganggring, Turi, Sleman.

Pendampingan itu berlangsung selama tiga bulan, September hingga November tersebut, diawali dengan survei pemataan masalah dan potensi pada Kamis (12/9).

Dua kelompok Tim Pendamping dari GIPI pun dikirim ke Katongan dan Nganggring. Ketua GIPI DIY Bobby Ardiyanto, kegiatan pendampingan desa wisata ini sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas dan perbaikan produk serta pelayanan desa wisata.

Harapannya produk desa wisata siap dijual dan sesuai dengan kebutuhan industri dan wisatawan. Wakil Ketua GIPI Bidang Peningkatan Kapasitas Erwan Widyarto menambahkan ada sepuluh bidang yang mendapat sorotan utama oleh GIPI DIY dalam pendampingan ini.

BACA JUGA  Penumpang KA Wisata Semester I/ 2024 Capai 70 ribu

Kesepuluh bidang tersebut adalah pemaketan, kepemanduan, homestay, kuliner, manajemen event, catering outside, manajemen destinasi, experiential learning, kelestarian lingkungan dan entrepreneurship.

“Tim pendamping untuk setiap bidang diampu oleh asosiasi anggota GIPI sesuai dengan kompetensinya. Pemaketan misalnya, diampu oleh teman dari ASITA dan Astindo. Kepemanduan dari HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia), kuliner dari ICA (Indonesian Chef Association) dan seterusnya. Alhamdulillah, komitmen dan sinergi anggota GIPI DIY luar biasa,” ujar Koordinator Kegiatan Pendampingan,
Erwan Widyarto

Manfaatkan kesempatan

Lurah Desa Katongan Jumawan menyambut baik desa wisatanya menjadi satu dari dua desa wisata yang didampingi GIPI dan Dispar DIY. Jumawan berharap kelompok-kelompok yang terlibat dalam pengembangan desa wisata di desanya benar-benar memanfaatkan kesempatan ini.Jumawan kemudian menyebut perwakilan kelompok yang hadir untuk angkat tangan.

BACA JUGA  Kunjungan Makin Tinggi, Pengelola Beri Saran untuk Wisatawan yang Mau ke Jatiluwih

Ada perwakilan destinasi dari 7 pedukuhan, perwakilan UKM Desapreneur, Desa Prima maupun Desa Budaya.Ketua Desa Wisata Sugeng Apriyanto juga semangat menyambut program pendampingan ini.

Sugeng pun menyiapkan SDM dari Katongan yang berkaitan dengan bidang yang didampingi oleh GIPI dan Dispar DIY ini.Hal yang sama terlihat puula di Desa Wisata Nganggring. Pengelola desa wisata dengan unggulan susu kambing ini juga menyambut baik pendampingan dari GIPI ini.

Pendampingan ini merupakan kegiatan inovatif dari GIPI dan Dispar DIY. Kegiatan tidak hanya pelatihan atau bimtek dengan sekali dua kali pertemuan.

Melainkan dengan survei pemetaan masalah, penyusunan modul pembelajaran dan kemudian pendampingan setiap bidang dengan output yang terukur. Kegiatan berlangsung tiga bulan dilakukan dalam 10-12 kali workshop.

BACA JUGA  Keberadaan Tol Pekanbaru-XIII Koto Kampar Diharap Dongkrak Pariwisata Riau-Sumbar

Kegiatan pendampingan tahun lalu, dua desa wisata yang didampingi oleh GIPI dan Dispar DIY adalah Wukirsari dan Krebet. Desa Wisata Krebet tahun ini masuk dalam 50 besar ADWI dan menjadi Juara Lomba Desa Wisata DIY 2024. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Tertular Campak, Dokter Asal Kabupaten Cianjur Wafat 

SEORANG dokter internship di salah satu RS di Cianjur, Jabar, berinisial AMW (26) dikabarkan meninggal dunia dengan status suspek campak pada Kamis (26/3). Saat mendengar kabar tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi…

Tingkatkan Pelayanan, Manajemen Gembira Loka Zoo Naikkan Harga Tiket

MANAJEMEN Gembira Loka Zoo Yogyakarta memutuskan untuk menaikkan harga tiket masuk. Pada ketentuan baru, hari Jumat ditetapkan masuk dalam kelompok weekday sehingga tiket seharga Rp70.000 itu berlaku pada hari Senin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

UIN Sunan Kalijaga Masuk Ranking V Bidang Hukum Versi Scimago

  • March 30, 2026
UIN Sunan Kalijaga Masuk Ranking V  Bidang Hukum Versi Scimago

Tertular Campak, Dokter Asal Kabupaten Cianjur Wafat 

  • March 30, 2026
Tertular Campak, Dokter Asal Kabupaten Cianjur Wafat 

Para Siswa Sambut Hari Pertama Sekolah dengan Gembira

  • March 30, 2026
Para Siswa Sambut Hari Pertama Sekolah dengan Gembira

Tingkatkan Pelayanan, Manajemen Gembira Loka Zoo Naikkan Harga Tiket

  • March 30, 2026
Tingkatkan Pelayanan, Manajemen Gembira Loka Zoo Naikkan Harga Tiket

Pemprov Jabar Sudah Terapkan WFH

  • March 30, 2026
Pemprov Jabar Sudah Terapkan WFH

Pakar UGM Desak Pemda Buka Ruang Dialog Soal Nasib PPPK

  • March 30, 2026
Pakar UGM Desak Pemda Buka Ruang Dialog Soal Nasib PPPK