Presiden Resmikan Gedung Yankes RS Sardjito

GEDUNG Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di lingkungan RSUP Dr Sardjito Yogyakarta dengan luas bangunan mencapai 22.694 meter persegi,  diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, Rabu (28/8).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam laporannya menyebutkan gedung pelayanan kesehatan  dengan 8 lantai itu dibangun dengan pinjaman dari The Islamic Development Bank (IsDB).
Rinciannya Rp260 miliaran untuk bangunan, Rp249 miliar untuk alat, dan untuk pengembangan SDM Rp50 miliar.
Dikatakan, gedung ini memiliki 253 kamar. “Jadi begitu dikasih 253 kamar saya sebagai bankir targetnya itu naik Rp253 miliar setahun karena harusnya satu kamar bisa menghasilkan Rp1 miliar per tahun. Ini merupakan satu dari 12 rumah sakit yang dibangun sesudah pandemi terkontrol di zamannya Pak Jokowi. Kami mohon doa restunya supaya rumah sakit dan pelayanan makin bagus,” kata Menkes Budi Gunadi.
RS Sardjito menjadi salah satu dari 6 RS Vertikal yang diusulkan Kemenkes untuk memperoleh Pinjaman Luar Negeri (PLN) dari IsDB.
Pembangunan gedung pelayanan kesehata  ibu dan anak telah dimulai sejak 2022.  Dan merupakan bagian dari proyek “The Strengthening of National Referral Hospitals and Vertical Technical Units” dengan anggaran senilai Rp500 miliar.

Konsep green building

Gedung yang baru di kompleks RSUP Dr Sardjito ini terdiri dari 7 lantai plus 1 lantai lower ground.
“Terdiri dari Ruang Rawat Inap 140 Tempat Tidur dan Intensive Care sebanyak 130 Tempat Tidur,” imbuhnya.
Gedung ini mengusung konsep green building dengan mengoptimalkan energi listrik, lahan hijau, pemanfaatan air limbah, dan lain-lain.
Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak RS Sardjito merupakan implementasi dari transformasi layanan rujukan Kemenkes. Yakni  upaya peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang terintegrasi.
Presiden Jokowi mengapresiasi pembangunan gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di RS Sardjito Yogyakarta. Diharapkan  bisa menjadi contoh manajemen rumah sakit yang dikendalikan semua secara digital.

Prevalensi kematian ibu dan anak

Mengingat prevalensi kematian ibu dan anak di Indonesia sangat tinggi dibandingkan dengan negara -negara di Asia Tenggara.
“Kita tahu kematian ibu di negara kita itu ranking ke-9 dari 10 negara di ASEAN. Kematian anak itu ranking ke-7 dari 10 negara di ASEAN. Artinya sangat tinggi sekali sehingga saya mengapresiasi pembangunan Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak dari RS Sardjito. Delapan lantai, menghabiskan anggaran Rp267 miliar gedungnya dan peralatannya Rp 240 miliar, plus untuk persiapan SDM Rp 50 miliar,” kata Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi mengaku sangat terkesan melihat semua peralatan sangat modern, digital dan sangat modern saat memasuki gedung yankes khusus tersebut.
Menurutnya gedung yankes ibu dan anak ini akan menjadi contoh bagaimana manajemen sebuah rumah sakit yang dikendalikan dan semuanya digital.
“Kalau kita masuk, juga tidak seperti rumah sakit, (tapi) seperti masuk hotel bintang lima. Bapak, Ibu enggak percaya, nanti silakan masuk, melihat sendiri. Saya kaget. Kita harapkan dengan pembangunan rumah sakit ini, pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak semakin baik sehingga kematian keduanya bisa kita kurangi dan minimalis sekecil mungkin,” katanya.
Menurut Presiden ada 12 rumah sakit yang memiliki standar yang sama dengan gedung yang diresmikannya di RSUP Dr Sardjito Ini. Presiden menegaskan,  kehadiran gedung ini dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya.
Dikatakan, dalam dua tahun terakhir ini Kementerian Kesehatan, mengirim banyak peralatan kesehatan modern baik ke RSUD tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Menurut Presiden lagi, jika fasilitas-fasilitas kesehatan bisa ditingkatkan, tidak hanya stunting dan sebagainya, semua bisa dikurangi.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam laporannya menyebutkan gedung 8 lantai ini dibangun dengan pinjaman dari The Islamic Development Bank (IsDB). Rinciannya Rp260 miliaran untuk bangunan, Rp249 miliar untuk alat dan untuk pengembangan SDM Rp50 miliar. (AGT/W-01)

BACA JUGA  TPID DIY Pastikan Stok Bahan Pokok Aman dan Harga Stabil Jelang Nataru

bowo prasetyo

Related Posts

KSP Pastikan Sertifikasi Wajib Halal Dilaksanakan Tepat Waktu

PELAKSANA Tugas Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Popy Rufaidah memastikan bahwa implementasi Wajib Halal Oktober atau kewajiban sertifikasi halal akan dilaksanakan tepat waktu yakni mulai 18 Oktober mendatang. Sebab…

Ketika Anak-anak Penyintas Kanker Dipertemukan di Candi Borobudur

PERJALANAN melewati kanker tidak berhenti ketika pengobatan medis selesai. Bagi para penyintas kanker, fase pascapengobatan menjadi bagian penting dari perjalanan untuk membangun kepercayaan diri, berinteraksi secara sosial, mengembangkan potensi diri,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

KSP Pastikan Sertifikasi Wajib Halal Dilaksanakan Tepat Waktu

  • September 20, 2026
KSP Pastikan Sertifikasi Wajib Halal Dilaksanakan Tepat Waktu

Guru Besar FEB Unas Dukung Pergantian Menkeu

  • September 19, 2026
Guru Besar FEB Unas Dukung Pergantian Menkeu

Pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Berlangsung Meriah

  • September 19, 2026
Pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026  Berlangsung Meriah

Bekuk Java United, Persija Tempel Madura United di Puncak Klasemen

  • September 19, 2026
Bekuk Java United, Persija Tempel Madura United di Puncak Klasemen

Ketika Anak-anak Penyintas Kanker Dipertemukan di Candi Borobudur

  • September 19, 2026
Ketika Anak-anak Penyintas Kanker Dipertemukan di Candi Borobudur

OJK Terbitkan Dua POJK untuk Awasi BMKS

  • September 19, 2026
OJK Terbitkan Dua POJK untuk Awasi BMKS