
TINGGINYA harga obat di Tanah Air sudah lama dikeluhkan masyarakat. Itu sebabnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berharap kepala BPOM yang baru Taruna Ikrar bisa membantu menurunkan harga obat di Indonesia.
“Harga obat di Indonesia 4–5 kali lipat lebih mahal dari negara tetangga. Saya harap nanti bisa berkoordinasi karena kami (Kemenkes) sudah menyiapkan analisisnya dan BPOM nanti bisa bantu bisa menurunkan harga obat di pasar,” ujar Budi dalam keterangannya, Jumat (23/8).
Selain itu, Menkea juga meminta agar akses masyarakat terhadap obat-obatan inovatif di luar negeri bisa dipercepat.
“Untuk obat inovasi yang baru, kita bisa mengakses lebih cepat di Indonesia dan harganya lebih murah,” ungkapnya.
Menkea juga meminta koordonasi di antara mereka ditingkatkan melalui pembentukan Komite Kebijakan Sektor Kesehatan.
“Dengan dibentuknya komite kebijakan sektor kesehatan, semoga kita bisa semakin baik dalam berkomunikasi dan berkoordinasi,” tambahnya.
Nutri Grade
Terlepas dari itu, Budi Sadikin mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat Kementerian Kesehatan bersama BPOM akan meluncurkan kebijakan Nutri Grade. Kebijakan ini akan mencakup pencantuman level kadar gula, garam, dan lemak pada produk pangan siap saji dan produk pangan olahan.
“Kita ingin meluncurkan Nutri Grade. Ini sudah kita diskusikan dengan tim BPOM, tinggal tanda tangan Menkes dan Kepala BPOM. Nantinya BPOM luncurkan untuk makanan yang kemasan, kita makanan siap saji,” ujar Menkes.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menginstruksikan beberapa hal kepada Kepala BPOM yang baru. Salah satu Instruksinya adalah menurunkan harga obat. (*/N-01)









