KAMMI DIY Kecam Pernyataan Ketua BPIP Diskriminatif

KESATUAN Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Istimewa Yogyakarta mengecam pernyataan Kepala BPIP KH Yudian Wahyudi tentang peraturan pakaian Paskibraka.

Pernyataan itu  dikeluarkan pada jumpa pers 14 Agustus 2024.

KH Yudian Wahyudi, yang juga mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga menyebut bahwa seluruh anggota Paskibraka menjalankan tugas mereka secara “sukarela dalam rangka mematuhi peraturan yang ada”.

KAMMI DIY menilai pernyataan ini menunjukkan bahwa peraturan nomor 35 tahun 2024 yang dikeluarkan oleh BPIP bersifat diskriminatif.

Dan tidak mempertimbangkan nilai-nilai budaya serta agama yang sudah ada di masyarakat.

Kabid Perempuan KAMMI DIY, Novia Ramadhani, menilai  aturan tersebut mencederai prinsip kebhinnekaan.

Menurut dia, standar pakaian yang tercantum dalam peraturan tersebut, termasuk pelarangan jilbab, bertentangan dengan tata nilai budaya dan agama di Indonesia.

BACA JUGA  867 Peserta Hadiri Saresehan Penguatan Ideologi Pancasila

“Penerapan standar yang bertentangan dengan nilai-nilai ini mencederai semangat Pancasila yang menjunjung tinggi kebhinnekaan,” ujar Novia.

Ketua KAMMI DIY, Salman Al-Farisiy juga mengekspresikan kekecewaannya terhadap peraturan tersebut.

Dia menyatakan bahwa implementasi peraturan ini memaksa salah satu kontingen Paskibraka dari Yogyakarta untuk melepas jilbabnya.

Salman menambahkan meskipun Istana telah mengeluarkan pernyataan yang memperbolehkan penggunaan jilbab, KAMMI DIY masih berharap agar peraturan diperbaharui.

Terutama untuk mengakomodasi pakaian dan busana yang mencerminkan nilai budaya dan agama lain di Indonesia.

“Yogyakarta memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan perubahan yang lebih inklusif,” tutup Salman. (AGT/S-01)

BACA JUGA  Romo Benny Susetyo Wafat di Pontianak

Siswantini Suryandari

Related Posts

Wali Kota Bandung Sampaikan Duka atas Insiden Pohon Tumbang

WALI Kota Bandung, Muhammad Farhan, atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, menyampaikan duka mendalam atas peristiwa pohon tumbang yang terjadi akibat cuaca ekstrem pada Jumat, (3/4). Insiden tersebut mengakibatkan seorang…

Sejumlah Pohon Tumbang di Sleman akibat Hujan Deras

DUA KAPANEWON (kecamatan) di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat, terdampak hujan deras yang disertai angin kencang.  Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Haris Martapa, Jumat malam menjelaskan, sebelumnya BMKG Yogyakarta…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Gebuk Popsivo, JPE Jaga Asa ke Grand Final

  • April 5, 2026
Gebuk Popsivo, JPE Jaga Asa ke Grand Final

UIN Sunan Kalijaga Raih 3 Penghargaan di Diktis Award 2026

  • April 4, 2026
UIN Sunan Kalijaga Raih 3 Penghargaan di Diktis Award 2026

Bekuk Persita, Persebaya Naik ke Posisi Kelima

  • April 4, 2026
Bekuk Persita, Persebaya Naik ke Posisi Kelima

Gasak Garuda Jaya, Bhayangkara Presisi Selangkah Menuju Juara Putaran I

  • April 4, 2026
Gasak Garuda Jaya, Bhayangkara Presisi Selangkah Menuju Juara Putaran I

Tiga Prajurit TNI Kembali Jadi Korban Ledakan di Lebanon, Indonesia Minta Usut Tuntas

  • April 4, 2026
Tiga Prajurit TNI  Kembali Jadi Korban Ledakan di Lebanon, Indonesia Minta Usut Tuntas

Bidang Ilmu Kehutanan dan Pertanian UGM Masuk Peringkat 151-200 Dunia

  • April 4, 2026
Bidang Ilmu Kehutanan dan Pertanian UGM Masuk Peringkat 151-200 Dunia