Polresta Surakarta Tangkap Ketua Geng San Andreas

POLRESTA Surakarta menyatakan perang tanpa kompromi terhadap San Andreas, kelompok preman lokal sadis.

Pentolan geng yang bernama Chandra Pamungkas bersama dua anggotanya sudah ditangkap, usai membacok dua suporter bola Solo.

Geng preman brutal baru saja ditangkap di kawasan Juanda, Pucang Sawit. Mereka memiliki kata sandi ‘mainkan’, saat akan beraksi membabi buta terhadap para korban, siapa pun tanpa pilih pilih.

Dua korban yang kena sasaran amukan brutal itu adalah dua suporter Persis berinisial EF (19) warga Karanganyar dan MAS,warga Solo pada Sabtu (3/8) malam.

Polisi sempat mengira bahwa aksi kekerasan itu sebagai bagian dari perkelahian antar suporter.

Tetapi, dari telisik dan gerak cepat polisi yang berlanjut penangkapan tiga kawanan preman itu, mematahkan kesimpulan adanya perang antar suporter.

BACA JUGA  Rawat Keamanan Jelang Pilkada, Polresta Surakarta Razia Pemabuk

“Ternyata bukan antar suporter, tetapi pelakunya adalah  geng San Andreas,” kata Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Iwan Saktiadi dalam jumpa pers di Mako Polresta setempat, Jumat (9/8).

Iwan mengungkapkan geng San Andreas yang  sadis dalam beraksi itu berjumlah 51 orang. Baru tiga kawanan yang dibekuk.

Sisanya akan disasar dengan target geng preman lokal yang tersebar di Solo Raya itu harus dibubarkan. Bila nekat akan dibabat tanpa kompromi di depan hukum.

“Mereka beranggota 51 orang dan dikepalai CP (Chandra Pamungkas),  seorang residivis kasus kekerasan. Aksi sadistis mereka ini terinpirasi dari game yang sering mereka mainkan di gadget. Tidak pilih pilih korban. Karena itu harus dibubarkan,” tukas Iwan.

BACA JUGA  Polresta Surakarta Tangkap Pelaku Kekerasan Seksual Anak

Chandra Pamungkas  selaku pentolan geng San Andreas, menjadi yang pertama dibekuk. Ia memimpin dua anggotanya untuk menganiaya secara acak warga yang ditemui di jalan.

Mereka beraksi bertiga, berboncengan, mengejar dan membacok dengan clurit satu korbannya kena bagian paha di depan RSUD Dr Moewardi. Dan satunya lagi disabet dengan pisau cutter juga bagian kaki.

Kedua korban luka parah di tempat terpisah itu ditinggalkan begitu saja oleh para pelaku . Mereka kabur berbocengan bertiga menggunakan sepeda motor N- Max.

Chandra berada di depan, dua anak buah yakni Reno dan Erlangga yang beraksi dengan sajam. Para pelaku ini saat beraksi juga dalam pengaruh miras dan obat.

BACA JUGA  Istri Tewas Korban KDRT Gara-gara Tolak Uang Rp30 Ribu

Genk San Andreas terbentuk sejak empat bulan lalu. Anggotanya di wilayah Karangnyar, lalu ada di Solo, Masaran (Sragen ) dan Solo Baru (Sukoharjo).

Mereka biasa kumpul setiap Sabtu malam di Jl Juanda, Pucang Sawit, Jebres. Identitas mereka adalah kostum hitam bertulisan San Andreas.

Tiga kawanan geng San Andreas  dijerat pasal berlapis. Pengenaan Pasal 170 KUHP, dengan ancaman hukuman selama -lamanya 7 (tujuh) tahun penjara. (WID/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Kemensos Dorong Transformasi Puskesos Pemberdayaan Sosial di Sleman

KEMENTERIAN Sosial Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial mendorong penguatan penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Kabupaten Sleman melalui Transformasi Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Pemberdayaan Sosial. Kalurahan Sumberejo, Kapanewon Tempel, dipilih…

Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

DIREKTORAT Jenderal Imigrasi memperkuat pencegahan dari hulu melalui 21 Desa Binaan Imigrasi dan Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA). Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi DIY Yuni Santi Nurani mengatakan, 21…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kemenimipas Menonaktifkan Lima Pejabat Lapas Cibinong untuk Diperiksa

  • September 26, 2026
Kemenimipas Menonaktifkan Lima Pejabat Lapas Cibinong untuk Diperiksa

Putin: Rusia tidak Punya Motif untuk Menyerang Eropa

  • September 26, 2026
Putin: Rusia tidak Punya Motif untuk Menyerang Eropa

Rahmat Erwin Persembahkan Emas Kedua Indonesia dari Cabang Angkat Besi

  • September 26, 2026
Rahmat Erwin Persembahkan  Emas Kedua Indonesia dari Cabang Angkat Besi

Kemensos Dorong Transformasi Puskesos Pemberdayaan Sosial di Sleman

  • September 26, 2026
Kemensos Dorong Transformasi Puskesos Pemberdayaan Sosial di Sleman

Putra Presiden Pertama RI, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

  • September 26, 2026
Putra Presiden Pertama RI, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

Bekuk Singapura di Laga Perdana, Timnas Indonesia Tuntaskan Dendam

  • September 25, 2026
Bekuk Singapura di Laga Perdana, Timnas Indonesia Tuntaskan Dendam