
BULU tangkis yang menjadi cabang andalan mendulang medali di Olimpiade 2024 Paris, dalam kondisi kritis.
Hal itu setelah tersisihnya ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di ajang bulu tangkis Olimpiade.
Fajar/Rian kalah di babak perempat final, takluk dua gim langsung dari unggulan utama asal China, Liang Wei Keng/Wang Chang. Dua gim berlangsung ketat dengan skor 22-24, 20-22.
Dengan kekalahan ini, Indonesia masih belum bisa memenangi medali Olimpiade dari bulu tangkis sektor ganda putra. Medali emas ganda putra terakhir disumbangkan Markis Kido/Hendra Setiawan pada Olimpiade Beijing 2008.
Fajar mengungkap kekecewaan gagal melaju di ajang olahraga terakbar sejagat itu. “Tidak ada atlet yang mau kalah dan kami kecewa.”
“Memang tidak ada yang tidak mungkin, bisa saja kami bermain di Olimpiade berikutnya tapi kami realistis, umurnya tidak muda lagi jadi kami patut bersyukur bisa bermain di Olimpiade pertama ini. Apapun hasilnya, kami sudah maksimal,” ungkap Fajar, dikutip dari keterangan singkat PP PBSI.
Sebelumnya dua tunggal putra Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting gagal lolos ke 16 besar.
Ini menjadi prestasi kelam Indonesia, untuk kali pertama tidak menempatkan wakil di babak gugur ajang Olimpiade.
Sedangkan prestasi terbaik menyabet emas, diraih Alan Budikusuma di Olimpiade 1992 Barcelona, dan Taufik Hidayat di Athena 2004.
Di sektor ganda campuran dan ganda putri, wakil Indonesia juga harus angkat koper di awal.
Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti gagal melewati babak grup ganda putri.
Demikian pula Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari di ganda campuran. Padahal sempat menumbuhkan harapan dengan menang di laga pertama fase grup.
Tumpuan terakhir tim ‘tepok bulu’ Indonesia tinggal tersisa pada Gregoria Mariska Tunjung. Menempati unggulan sembilan, Gregoria menjalani perjuangan di 16 besar tunggal putri melawan Kim Ga-eun (Korsel), Kamis malam ini. (W-01)







