
JABATAN Dekan Fakultas Peternakan resmi diserahterimakan dari Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., kepada Prof. Ir. Bambang Suwignyo, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. di Auditorium drh. R. Soepardjo.
Prof. Budi Guntoronyang mengemban amanah pada periode 2021–2026, menyampaikan berbagai capaian Fapet UGM selama masa kepemimpinannya merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika, baik dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, bahkan alumni.
“Keberhasilan bukan karya individu. Apa yang kita capai merupakan hasil kerja sama dan kolaborasi seluruh sivitas akademika, termasuk alumni,” ungkapnya.
Perjalanan panjang
Menurut Prof. Budi, berbagai ikhtiar yang dilakukan selama masa kepemimpinannya merupakan bagian dari perjalanan panjang Fapet UGM.
Termasuk di dalamnya berbagai capaian akademik dan kelembagaan, peningkatan kontribusi dosen, serta bertambahnya profesor yang menjadi bagian dari kekuatan akademik fakultas.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta seluruh pihak yang telah bersama-sama berkontribusi dalam memajukan Fapet UGM.
Prof. Budi juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan amanah sebagai dekan terdapat kesalahan maupun kekurangan.
Jadi pijakan
Sementara itu, Prof. Bambang Suwignyo yang akan memimpin Fapet UGM untuk periode 2026–2031, menegaskan pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari proses estafet untuk memastikan institusi terus bergerak maju.
Menurut dia, setiap capaian yang telah diraih pada periode sebelumnya merupakan pijakan penting bagi kepemimpinan berikutnya.
“Setiap capaian dari pimpinan sebelumnya akan menjadi pijakan bagi penerus untuk melangkah ke depan,” kata Prof. Bambang.
Ia menegaskan estafet kepemimpinan bukan persoalan mengenai siapa yang lebih baik antara pemimpin sebelumnya dan pemimpin berikutnya.
Perlu kolaborasi
Pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari kebutuhan institusi untuk melanjutkan apa yang telah baik sekaligus menapaki tahap perkembangan berikutnya.
“Estafet bukan tentang siapa yang lebih baik, tetapi tentang kebutuhan institusi untuk melanjutkan dan menapak lebih baik,” ujarnya.
Mengibaratkan Fapet UGM sebagai sebuah kapal besar, Prof. Bambang menyampaikan bahwa kapal tersebut tidak akan dapat berlayar apabila hanya didayung oleh satu orang.
“Kalau kapal didayung hanya oleh satu orang, kapal tidak akan bisa berlayar. Kita membutuhkan kerja sama. Nakhoda memang mengarahkan, tetapi yang menentukan perjalanan kapal adalah kontribusi dari setiap anggota,” ungkapnya.
Karena itu, kolaborasi dengan seluruh sivitas akademika menjadi salah satu kunci dalam menghadapi berbagai tantangan Fapet UGM ke depan.
Semangat baru
Ketua Senat Fakultas Peternakan UGM, Prof. Dr. Ir. Bambang Suhartanto, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Prof. Budi Guntoro atas pengabdian dan kontribusinya selama memimpin Fapet UGM.
Ia berharap serah terima jabatan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi momentum untuk membangun semangat baru dalam memajukan Fapet UGM. (AGT/M-01)








