
SEBARAN abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda turut menyebar ke wilayah Bandung. Akibatnya, Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung ditutup sementara.
Corporate Secretary Group Head PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim Senin (7/9) menyatakan, penutupan dilakukan berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) dari AirNav Indonesia terkait indikasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Status Aerodrome Closed Bandara Husein Sastranegara ditetapkan mulai pukul 12.07 hingga 16.00 WIB.
“Sebanyak 8 penerbangan terdampak penutupan sementara di Bandara Husein Sastranegara, terdiri dari 4 kedatangan dan 4 keberangkatan,” paparnya.
Empat penerbangan kedatangan yang terdampak terdiri dari dua penerbangan rute Bali-Bandung, serta masing-masing satu penerbangan dari Balikpapan-Bandung dan Surabaya-Bandung.
1.344 calon penumpang
Sementara empat penerbangan keberangkatan yang terdampak terdiri dari dua penerbangan rute Bandung-Surabaya, serta masing-masing satu penerbangan Bandung-Bali dan Bandung-Balikpapan.
Total terdapat 1.344 calon penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan akibat penutupan sementara tersebut.
“Keputusan tersebut diambil dengan mengutamakan aspek keselamatan penerbangan. Sesuai NOTAM terbaru, Bandara Husein Sastranegara ditutup sementara demi keselamatan penerbangan. Kami mengimbau calon penumpang pesawat untuk memantau informasi mengenai penerbangan dan opsi lainnya dari maskapai,” jelasnya.
Pihak bandara kata Arie masih terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik sebelum menentukan apakah operasional penerbangan dapat kembali dibuka.
Pelayanan tetap jalan
Namun di tengah penghentian penerbangan, pelayanan terhadap penumpang terdampak tetap dilakukan. InJourney Airports mengaktifkan prosedur Service Recovery Action (SRA) di Bandara Husein Sastranegara. Sejumlah layanan disiapkan untuk membantu penumpang selama menunggu kepastian penerbangan.
Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung, menyampaikan bahwa pihaknya memberikan refreshment berupa air minum kepada penumpang terdampak.
Selain itu, penumpang juga mendapatkan alat pelindung diri (APD) berupa masker sebagai bagian dari dukungan pelayanan di tengah kondisi udara yang terdampak abu vulkanik.
Siagakan staf
Dalam siaran persnya, InJourney Airports juga menyebut penyediaan makanan dan minuman ringan serta menyiagakan staf bandara untuk memberikan asistensi kepada penumpang terdampak.
“Pelayanan kepada penumpang terdampak menjadi prioritas InJourney Airports, untuk memastikan penumpang mendapat asistensi yang diperlukan dari bandara,” tandas Arie.
Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, Pemkot Bandung masih menunggu masukan dari instansi terkait sebelum mengeluarkan imbauan lebih lanjut kepada masyarakat, termasuk terkait penggunaan masker.
“Pemkot Bandung akan terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik dan melakukan koordinasi lintas instansi untuk memastikan langkah mitigasi dapat dilakukan secara cepat apabila dampaknya meluas di Kota Bandung,” imbuhnya. (Rava/M-01)






