
PEMERINTAH resmi melakukan pencanangan revitalisasi dan penetapan cagar budaya di kawasan bangunan Tugu Koperasi menjadi cagar budaya nasional.
Penetapan kawasan dan bangunan bersejarah di Jalan Mohamad Hatta tersebut, direvitalisasi melalui Rancangan Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp1,6 miliar.
Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono mengatakan, revitalisasi dan penetapan menjadi cagar budaya nasional itu untuk menandai kongres pertama Koperasi Indonesia pada 11-14 Juli 1947 silan. Penetapan cagar budaya itu juga sudah disetujui Pemkot Tasikmalaya dan disetujui Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Bangunan bersejarah dan Tugu Koperasi di Kota Tasikmalaya menjadi cagar budaya nasional dan menjadikan tempat gerakan koperasi. Bangunan itu bukan hanya tempat bersejarah tapi untuk meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya, Minggu (26/7/2026).
130 ribu koperasi

Menurut Ferry Juliantono, tugas menteri harus membina dan sekarang sudah 130 ribu Koperasi Indonesia mulai distribusi, industri dan keuangan sehingga harus membangun, mengembangkan serta membangun ekosistem, menjadi kekuatan di Indonesia.
“Anggaran revitalisasi sebesar Rp 1,6 miliar dari dana Corporate Social Responsibility (CSR), gerakan koperasi, Kementerian Koperasi dan Kementerian Budaya. Ke depan kawasan dan bangunan Tugu Koperasi kami harap dapat kembali menggerakan ekonomi masyarakat terutama sentra tenun, batik, bordir, sarana dan prasarana,” katanya.
Menjaga sejarah

Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon mengatakan, pihaknya merasa senang gerakan koperasi pada masa kemerdekan dan realisasi fisik serta situs budaya yang hidup, tumbuh berkembang ketika kongres koperasi pertama di wilayah Tasikmalaya hidup sampai sekarang.
“Perjuangan fisik perlawanan pada waktu itu lewat Linggarjati Kuningan, kongres koperasi pertama 21 juli 1945-1947, Tasikmalaya salah satu sasaran utama di Jabar.”
“Selain pusat produksi, ekonomi dan pemerintahan di Jawa Barat dalam masa mempertahanan dan menetapkan cagar budaya nasional ini tidak bisa diperjualbelikan hingga koperasi tersebut bagian budaya gotong royong dan kerja sama serta kemakmuran,” ujarnya.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan mengungkapkan, Tugu Koperasi dan kawasan bangunan di lahan seluas 9.432 meter persegi dan ke depan akan kembali menumbuhkan semangat ekonomi, menjadi ideologi koperasi bagi generasi gen Z. (Yey/N-01)






