Warga Damarsi Pertanyakan Pengusutan Kasus TKD yang Lambat 

PERWAKILAN warga Desa Damarsi Kecamatan Buduran mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo pada Jumat (24/7). Kedatangan mereka bertujuan menagih kejelasan perkembangan pengusutan kasus dugaan alih fungsi Tanah Kas Desa (TKD) yang diduga berubah menjadi bangunan kos-kosan.

​Kasus yang telah dilaporkan sejak Januari lalu ini dinilai belum menunjukkan perkembangan berarti, sehingga memicu keresahan. Perwakilan warga Desa Damarsi, Al Suari, 52, menyatakan bahwa kedatangan mereka bermaksud menjalin silaturahmi sekaligus meminta kepastian hukum atas penanganan perkara yang terkesan lambat.

​”Tujuan kami meminta kejelasan terkait perkembangan pemeriksaan dan keseluruhan penanganan kasus Damarsi. Laporan sudah masuk sejak Januari, tetapi sampai sekarang warga masih menunggu kepastian dan keadilan,” ujar Al Suari di Kejari Sidoarjo, Jumat.

BACA JUGA  Jual TKD, Kades Sidokerto Resmi Ditahan

Redakan kegelisahan warga

​Ia menambahkan, warga memahami adanya prosedur hukum yang harus dilalui. Namun, pihaknya berharap penyidik Kejari Sidoarjo mengoptimalkan upaya pemanggilan terhadap pihak-pihak yang belum kooperatif guna meredakan kegelisahan warga.

​”Kami terus menahan dan menenangkan warga agar tetap menjaga ketertiban. Tetapi masyarakat tentu berharap ada kejelasan perkembangan kasus ini,” tegasnya.

​Menanggapi tuntutan warga, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Sidoarjo, Sigit Sambodo, menegaskan bahwa penanganan perkara tersebut hingga kini masih terus berjalan secara objektif dan hati-hati.

​”Saat ini penyidik masih bekerja secara objektif, teliti, dan hati-hati mengumpulkan seluruh alat bukti. Tujuannya memastikan perkara ini ditangani dengan tepat dan memiliki dasar hukum yang kuat. Jadi belum ada keputusan karena prosesnya masih berlangsung,” jelas Sigit.

BACA JUGA  Kejari Sidoarjo Periksa Dua Saksi Kunci Kasus TKD Damarsi

Masih mengumpulkan keterangan saksi

​Sigit menjelaskan, secara prosedur hukum, perkara yang berada di tahap penyelidikan dapat dilanjutkan ke tingkat penyidikan jika alat bukti dinilai cukup, atau dihentikan apabila tidak memenuhi syarat.

Namun untuk kasus TKD Damarsi, pihak kejaksaan belum mengambil keputusan akhir karena pengumpulan keterangan saksi dan dokumen masih berlangsung.

​Meskipun merespons penjelasan kejaksaan dengan kooperatif, warga menegaskan tetap menuntut transparansi informasi terkait perkembangan kasus secara berkala.

Sebelumnya, warga sempat menyampaikan kekecewaan dan mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tidak ada tindakan tegas dari Kejari Sidoarjo dalam waktu dekat. (OTW/M-01)

BACA JUGA  Empat Mantan Kadis Jadi Tersangka Korupsi Rusunawa Tambaksawah

Related Posts

Pemkab Taput Gelar Pisah Sambut Dandim 0210/TU

PEMKAB Tapanuli Utara menggelar Pisah Sambut Komandan Kodim 0210/TU di Gedung Sopo Partungkoan, Tarutung. Letkol Kav. Ronald Tampubolon resmi menyerahkan tugas kepada Letkol Arm. Kiky Hardian, S.Sos., Kamis (23/7/2026). Acara…

Dinkes Sidoarjo Bantah Isu 500 Pelajar Terpapar HIV/AIDS

DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo membantah kabar viral di media sosial yang menyebutkan bahwa angka pelajar terpapar HIV/AIDS di wilayah tersebut mencapai lebih dari 500 orang. ​Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Gasak Filipina, Timnas Voli Indonesia Segel Tiket ke Semifinal SEA V Cup

  • July 24, 2026
Gasak Filipina, Timnas Voli Indonesia Segel Tiket ke Semifinal SEA V Cup

Warga Damarsi Pertanyakan Pengusutan Kasus TKD yang Lambat 

  • July 24, 2026
Warga Damarsi  Pertanyakan Pengusutan Kasus TKD yang Lambat 

Resmikan Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto, Sultan Mau Jadi Ruang Pembentukan Karakter

  • July 24, 2026
Resmikan Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto, Sultan Mau Jadi Ruang Pembentukan Karakter

Pemerintah Targetkan 80 Persen Sampah Tuntas pada 2029

  • July 24, 2026
Pemerintah Targetkan 80 Persen Sampah Tuntas pada 2029

Mahasiswa KKN UGM Dampingi Penyandang Disabilitas dan ODGJ Rekam KTP Elektronik

  • July 24, 2026
Mahasiswa KKN UGM Dampingi Penyandang Disabilitas dan ODGJ Rekam KTP Elektronik

KDMP Diharap tidak Menjadi Alat Politik

  • July 24, 2026
KDMP Diharap tidak Menjadi Alat Politik