
PEMERINTAH Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat bersama Bank Indonesia (BI) berupaya mengantisipasi potensi dampak El Nino pada musim kemarau yang bisa memengaruhi ketahanan pangan dan memicu kenaikan harga komoditas.
Kewaspadaan tersebut, menjadi fokus utama dalam high level meeting (HLM) tim pengendalian inflasi daerah (TPID) serta tim percepatan dan perluasan digitalisasi daerah (TP2DD).
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin mengatakan, pemerintah daerah harus bergerak mengantisipasi dampak El Nino melalui berbagai langkah konkret mulai dari penguatan pengelolaan sumber daya air, pemetaan wilayah rawan kekeringan, peningkatan pompanisasi, pengendalian organisme pengganggu tanaman (POPT), penggunaan benih tahan kekeringan dan optimalisasi program asuransi pertanian.
“Pemkab Tasikmalaya akan memperkuat pengelolaan distribusi air Sungai Citanduy, menjaga kecukupan cadangan pangan meningkatkan efektivitas operasi pasar murah, memperkuat peran Satgas Pangan, memperluas kerja sama antardaerah serta mendorong hilirisasi sektor pertanian melalui optimalisasi pemanfaatan dana desa,” ujar Cecep, Rabu (15/7/2026).
Percepat digitalisasi

Menurut Cecep, pihaknya berkomitmen mempercepat elektronifikasi transaksi meski indeks elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD) Kabupaten Tasikmalaya telah masuk kategori digital.
Namun, implementasinya dinilai masih perlu diperluas terutama pada pembayaran pajak dan retribusi daerah kawasan wisata serta berbagai layanan publik lainnya.
“Kami menyoroti percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah guna dapat meningkatkan efisiensi pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan termasuknya berbagai layanan kepada masyarakat,” katanya.
Inflasi masih terjaga
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Azhar Livaldy Setyawigoena, menyebut inflasi di wilayah Priangan Timur masih tetap terjaga dalam kisaran sasaran target nasional dan berbagai potensi risiko perlu diantisipasi.
Namun, kewaspadaan perlu terus diperkuat terhadap potensi penyesuaian HET LPG, perubahan komoditas pangan strategis, meningkatnya risiko kekeringan akibat fenomena El Nino.
“Penguatan koordinasi lintas instansi, peningkatan produktivitas pertanian, dan ketahanan pangan menjadi penting untuk menjaga stabilitas harga di Priangan Timur.”
“Kabupaten Tasikmalaya masih perlu memperkuat implementasi melalui inovasi layanan publik, pengembangan sistem pembayaran digital di sektor perparkiran dan pariwisata, serta penyusunan regulasi pendukung transformasi digital supaya memperkokoh perekonomian tangguh dan inklusif serta berkelanjutan,” pungkasnya. (YY/N-01)






