
DIREKTUR Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Hendarsam Marantoko, meresmikan Prestige Immigration Services di Mall BG Junction, Surabaya, pada Kamis (2/7). Kehadiran immigration lounge yang telah mengalami perubahan merek (rebranding) itu merupakan bagian dari inovasi jajaran Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Khusus TPI Surabaya untuk menghadirkan pelayanan yang lebih global dan ramah masyarakat.
Dalam keterangannya usai meninjau lokasi, Hendarsam mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh Kanim Surabaya. Menurutnya, perubahan nama menjadi Prestige Immigration Services mencerminkan kesiapan imigrasi dalam melayani tidak hanya Warga Negara Indonesia (WNI), tetapi juga Warga Negara Asing (WNA).
“Ini pelayanannya sudah sangat standar, bahkan di atas standar. Biasanya yang standar itu kita punya ruang laktasi untuk ibu menyusui dan ruang bermain anak. Nah, inovasi di sini ruang anaknya dilengkapi fasilitas main game agar anak-anak tidak bosan,” ujar Hendarsam.
Kenyamanan pemohon

Selain fasilitas penunjang, Dirjen Imigrasi juga menyoroti pentingnya alur pelayanan (flow) yang sistematis guna memastikan kenyamanan pemohon. Ia menegaskan bahwa urutan penanganan dari satu tahapan ke tahapan berikutnya harus berjalan mengalir, sehingga lalu lintas pelayanan di dalam ruangan dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan.
Penyediaan ruang pelayanan di pusat perbelanjaan ini terlaksana berkat kerja sama dengan pihak manajemen BG Junction. Hendarsam menyampaikan terima kasih atas kontribusi tersebut, yang ia nilai sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Terima kasih sudah diberikan tempat. Ini bukan hanya untuk imigrasi, tetapi untuk rakyat kita. Kita memberikan kontribusi dalam bentuk pelayanan kepada masyarakat,” kata Hendarsam.
Hasil karya warga binaan

Ada yang menarik di dalam Prestige Immigration Services ini, terdapat sudut khusus yang menampilkan (display) berbagai produk hasil karya warga binaan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Hendarsam menjelaskan bahwa integrasi ini dilakukan karena imigrasi dan pemasyarakatan berada di bawah naungan kementerian yang sama.
“Karena kita satu kementerian, jadi saudara kandung kita di pemasyarakatan memiliki produk-produk buatan sendiri yang di-display dan dijual di sini. Mudah-mudahan ke depan ini bukan hanya sekadar display, tetapi bisa diindustrialisasi dan diperbanyak sehingga memberikan manfaat dan keuntungan,” jelas Hendarsam.
Ia juga menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan arahan menteri untuk mendorong kreativitas warga binaan ke arah yang lebih masif.
Fleksibilitas waktu
Saat ditanya mengenai urgensi pembukaan gerai di pusat perbelanjaan, Hendarsam menjelaskan bahwa immigration lounge di mall disiapkan untuk memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan fleksibilitas waktu atau layanan percepatan. Saat ini, setidaknya sudah ada tiga gerai serupa yang beroperasi di wilayah Jawa Timur, selain di Jakarta dan beberapa wilayah lainnya di Indonesia.
Layanan di Mall BG Junction ini dipastikan tetap beroperasi pada hari Sabtu untuk mengakomodasi para pegawai atau pekerja yang tidak dapat mengurus dokumen keimigrasian pada hari kerja.
“Masyarakat bisa memilih. Untuk yang normal, bisa ke kantor UPT biasa. Yang ingin percepatan atau di hari libur, bisa ke sini. Hari Sabtu kita buka,” tegas Hendarsam.
Ke depan, Ditjen Imigrasi berkomitmen untuk terus mencairkan sekat-sekat pelayanan dengan hadir di berbagai ruang publik, termasuk melalui stan di kegiatan Car Free Day (CFD) menggunakan perangkat portabel.
“Kita akan masuk ke relung-relung yang belum terisi. Pelayanan itu bisa sangat cair, tidak hanya di kantor UPT saja, bisa di mall, bahkan di jalanan. Kita lakukan hal yang mempermudah mungkin agar masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik,” pungkasnya.
Cukup terbantu
Kemudahan layanan ini pun dirasakan langsung oleh masyarakat. Cindy,25, salah satu pemohon yang sedang mengurus paspor untuk keberangkatan ke Penang, Malaysia, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran gerai imigrasi di dalam mall ini.
“Layanan di sini sangat membantu, lebih simpel, karena kita bisa ngurus paspor sambil jalan-jalan di mall,” ungkap Cindy.
Menurut Cindy, fasilitas yang disediakan di Prestige Immigration Services BG Junction sudah sangat lengkap dan menunjang kenyamanan warga. Selain ketersediaan tempat bermain anak dan ruang menyusui, pihak imigrasi juga menyediakan fasilitas gratis berupa minuman hangat seperti kopi, teh, hingga jahe bagi para pemohon yang sedang menunggu antrean. (OTW/D-01)







