
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya memperkuat literasi keuangan generasi muda melalui sekolah pasar modal di Fakultas Ekonomi Universitas Galuh, Ciamis. Bulan literasi keuangan (BLK) bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai investasi legal, logis, dan berorientasi jangka panjang.
Hal itu itu menjadi bekal generasi muda menghadapi dinamika perekonomian hingga perkembangan sektor keuangan.
Dalam kesempatan itu Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Jawa Barat dan PT MNC Sekuritas memberi pemahaman mengenai karakteristik pasar modal, manfaat investasi jangka panjang, pengelolaan risiko investasi, memilih produk, layanan keuangan legal sesuai dengan kebutuhan dan tujuan keuangan.
Penggerak perekonomian di masa depan

Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati mengatakan, meningkatnya kompleksitas sektor keuangan, perkembangan teknologi digital, dinamika ekonomi global menuntut generasi muda memiliki literasi dan kemampuan pengelolaan keuangan. Dengan begitu mereka paham mengenai investasi dan mampu mengambil keputusan investasi secara tepat.
“Mahasiswa merupakan calon penggerak perekonomian di masa depan perlu memahami perencanaan keuangan jangka panjang,” ujar Nofa Hermawati, Kamis (2/7/2026).
Menurut Nofa Hermawati, peningkatan literasi keuangan terus diperluas di wilayah Priangan Timur. Dan selama periode Mei dan Juni 2026, OJK Tasikmalaya telah melakukan 51 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau sekitar 145.000 peserta dari berbagai segmen masyarakat mulai pelajar, mahasiswa, santri, penyuluh agama, pelaku UMKM, aparatur pemerintah, perempuan, komunitas dan masyarakat umum.
“Rangkaian Bulan Literasi Keuangan (BLK) berlangsung hingga Agustus 2026 dan OJK Tasikmalaya akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, pelaku usaha jasa keuangan, organisasi masyarakat untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan.”
“Kami tetap berharap dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat sehingga mampu mengambil keputusan keuangan secara bijaksana, hindari aktivitas keuangan ilegal, mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.
Beri apresiasi
Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Galuh Ciamis, Nurdiana Mulyatini, mengapresiasi sinergi antara OJK, Bursa Efek Indonesia, PT MNC Sekuritas dan perguruan tinggi terutama dalam meningkatkan literasi keuangan mahasiswa. Kolaborasi tersebut memberikan pengalaman belajar sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa di era ekonomi digital.
“Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kuliah, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan keuangan yang bijak, menjadi investor muda yang cerdas, serta mampu menularkan pengetahuan tersebut kepada masyarakat,” tandasnya. (Yey/N-01)






