
KETERBATASAN tak menghalangi Kuswantoro untuk menjadi prestasi. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), ini meraih predikat Mahasiswa Berprestasi UNY Kategori Disabilitas. Mahasiswa asal Pedagung, Pemalang, Jawa Tengah, dengan IPK 3,50 itu membuktikan bahwa kondisi ekonomi dan keterbatasan fisik bukan penghalang untuk meraih pendidikan tinggi.
Lahir dari keluarga petani, Kuswantoro mengaku sempat dihadapkan pada kenyataan bahwa orang tuanya tak mampu membiayai kuliah. Namun, dukungan moral dari keluarga membuatnya tidak menyerah mengejar cita-cita menjadi guru pendidikan luar biasa.
“Orang tua memang mengatakan belum sanggup membiayai kuliah saya, tetapi mereka selalu mendoakan dan memotivasi agar saya tetap melanjutkan pendidikan. Harapan mereka, paling tidak ada satu anak yang bisa kuliah dan menjadi guru,” ungkap Kuswantoro, Senin.
Sangat berarti
Keinginannya berkuliah di UNY mulai tumbuh ketika bertemu mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) yang sedang bertugas di sekolahnya, SLB Yaketunis Yogyakarta. Sejak saat itu, Program Studi PLB UNY menjadi pilihan utamanya.
Kesempatan tersebut akhirnya terwujud ketika ia diterima melalui Jalur Mandiri Prestasi Unggul sekaligus memperoleh Beasiswa ADik (Afirmasi Pendidikan Tinggi) Disabilitas.
Beasiswa tersebut membebaskan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) sekaligus memberikan bantuan biaya hidup sehingga ia dapat fokus mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik.
“Arti beasiswa ini sangat besar bagi saya. Uang hasil olahraga yang sebelumnya saya gunakan untuk biaya kuliah sekarang bisa saya gunakan untuk membantu keluarga dan menabung untuk masa depan,” kata anak bungsu pasangan Tamsir dan (alm) Warni tersebut.
Atlet atletik dan goalball
Sejak sekolah, Kuswantoro aktif menekuni cabang olahraga atletik dan goalball. Berbagai prestasi yang diraihnya di tingkat provinsi hingga nasional menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mengantarkannya diterima di UNY melalui jalur prestasi. Selama kuliah, ia membagi waktu secara disiplin antara mengikuti perkuliahan dan menjalani latihan olahraga.
Menurutnya, tantangan terbesar bukanlah keterbatasan penglihatan, melainkan proses beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi. Namun, suasana belajar yang inklusif di UNY membuatnya mampu berkembang.
“Pengalaman yang paling berharga adalah ketika saya mengalami kesulitan, dosen dan teman-teman selalu memberikan solusi. Mereka membantu saya memahami materi sehingga saya bisa mengikuti perkuliahan dengan baik,” kenangnya.
Menurutnya, dosen tidak segan mengubah materi yang semula berupa gambar menjadi deskripsi teks agar dapat diakses menggunakan pembaca layar. Sementara itu, teman-teman kuliah dengan sukarela membacakan maupun mendeskripsikan materi yang bersifat visual. Dukungan tersebut membuatnya merasa diterima dan mampu mengikuti proses pembelajaran secara optimal.
Lanjutkan pendidikan
Baginya, penghargaan sebagai Mahasiswa Berprestasi UNY Kategori Disabilitas menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi, baik akademik maupun nonakademik. Setelah lulus, ia berencana melanjutkan ke Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) atau jenjang Magister Pendidikan Luar Biasa agar dapat berkontribusi bagi pengembangan pendidikan inklusif di Indonesia.
Alumni MAN 2 Sleman tersebut juga mengajak calon mahasiswa, khususnya penyandang disabilitas maupun mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi, agar tidak ragu melanjutkan pendidikan tinggi.
“Jangan malu dengan kondisi yang dimiliki. Hambatan pasti ada, tetapi semuanya memiliki solusi. Terus semangat belajar, manfaatkan kesempatan beasiswa yang tersedia, dan yakinlah bahwa setiap orang memiliki peluang untuk sukses,” pesannya.
Kisah Kuswantoro menjadi bukti bahwa pendidikan yang inklusif mampu membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik. Melalui Beasiswa ADik Disabilitas, dukungan keluarga, dan lingkungan kampus yang ramah bagi penyandang disabilitas, UNY terus menghadirkan pendidikan yang berdampak dan memberi kesempatan bagi setiap mahasiswa untuk berkembang serta berprestasi. (AGT/N-01)






