
KELANGKAAN komponen semikonduktor dan gangguan rantai pasok global menyebabkan harga laptop dan perangkat komputer mengalami kenaikan signifikan. Kondisi tersebut dipicu tingginya permintaan komponen untuk kebutuhan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pusat data di seluruh dunia.
Head of Public Relations ASUS Indonesia, Muhammad Firman, mengatakan industri PC dan laptop terdampak langsung karena produsen semikonduktor saat ini lebih memprioritaskan pasokan untuk AI data center. Akibatnya, ketersediaan prosesor, RAM, dan media penyimpanan untuk perangkat konsumen menjadi terbatas.
“Produk dengan spesifikasi yang sama dibandingkan tahun lalu bisa mengalami kenaikan harga hingga sekitar 50 persen. Laptop yang sebelumnya dijual sekitar Rp6 juta kini bisa mencapai Rp8 juta,” ujarnya.
Menurut Firman, kenaikan harga paling dirasakan segmen entry level yang sangat sensitif terhadap harga. Dampaknya, permintaan pada segmen tersebut turun sekitar 20-30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Alihkan fokus penjualan

Untuk menghadapi kondisi tersebut, ASUS mengalihkan fokus penjualan ke segmen bisnis, komersial, dan enterprise yang tetap membutuhkan pembaruan perangkat untuk mendukung operasional perusahaan. Sementara pada segmen konsumen, ASUS tetap menawarkan nilai tambah melalui layanan purna jual, termasuk layanan servis langsung ke lokasi bagi pelanggan institusi seperti sekolah.
Meski pasokan komponen terbatas, Firman menegaskan teknologi AI sebenarnya telah tersedia pada prosesor dan kartu grafis generasi terbaru. Namun, keterbatasan komponen membuat produsen belum dapat menghadirkan perangkat AI dengan harga yang lebih terjangkau bagi konsumen. (HTM/M-01)








