
TIMOR LESTE menetapkan hari berkabung nasional selama sepekan untuk menghormati mantan Presiden Francisco Lu Olo Guterres yang meninggal dunia pada Senin (22/6).
“Masa berkabung nasional telah diumumkan di seluruh negeri, sebagai tanda duka cita atas meninggalnya Dr. Francisco Guterres Lú Olo, mantan Presiden Republik Demokratik Timor-Leste,” demikian pernyataan pemerintah Timor Leste.
“Masa berkabung nasional dimulai pukul 15.00 pada tanggal 22 Juni dan berakhir tengah malam pada tanggal 28 Juni.”
Guterres meninggal pada Minggu di Prince Court Medical Center, Malaysia. Tidak ada informasi penyakit apa yang diderita eks presiden tersebut.
Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta juga menyampaikan duka cita yang mendalam. “Saya menerima kabar ini dengan kesedihan yang mendalam dan menganggap kepergian Presiden Francisco Guterres Luolo sebagai kehilangan besar bagi bangsa,” kata Horta.
Sempat menjenguk
Horta sempat menengok kondisi Guterres di rumah sakit. Namun, dia tak memberi banyak informasi soal dan hanya menyebut kondisinya kritis.
Ramos Horta mengenang Guterres sebagai patriot besar, salah satu pemimpin utama pembebasan, pemimpin FRETILIN, dan memegang semua jabatan tertinggi di negara.
Guterres lahir pada 7 September 1954 di Ossu. Karier politiknya, terkait erat dengan perjuangan kemerdekaan Timor Leste. Selama di bawah kolonialisme Portugis, dia juga terlibat pergerakan
Kelompok pembebasan
Dia juga masih berjuang bersama kelompok pembebasan saat Timor Leste mendeklarasikan kemerdekaan pada 1975. Kemudian pada 1999, setelah referendum, dia terpiilih menjadi wakil di Majelis Konstituten dan kemudian menjadi presiden pertama Parlemen Nasional.
Pada 2017, Guterres terpilih menjadi presiden Timor Leste dan menjabat hingga 2022. (*/N-01)








