
KELANGKAAN Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar memicu kemacetan parah di jalur provinsi Surabaya–Mojokerto, tepatnya di kawasan Krian hingga Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, Senin (22/6) petang. Ratusan truk dan kendaraan besar mengular hingga memakan sebagian badan jalan akibat mengantre berjam-jam di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Kondisi itu mengakibatkan arus lalu lintas di jalur logistik tersebut mengalami perlambatan signifikan, terutama pada jam sibuk sore hingga malam hari.
Menurut para sopir truk, kelangkaan Bio Solar sudah terjadi merata di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, waktu distribusi barang menjadi terhambat.
“Mau ke Solo, sudah antre mulai setengah satu siang. Saya sempat WhatsApp rekan di SPBU Kertosono, di sana ternyata juga sama, sedang ada masalah stok,” ujar Pepi, salah satu sopir truk lintas provinsi, Senin (22/6).
Belum ada keterangan resmi

Hal senada diungkapkan Fajar, sopir truk rute Tuban–Sidoarjo. Ia mengaku terpaksa membuang waktu hingga lebih dari empat jam di jalan hanya untuk mengantre BBM agar bisa kembali ke garasi.
Demi mengejar target pengiriman, sebagian sopir bahkan terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli solar non-subsidi (Dexlite/Pertamina Dex) agar dapat melanjutkan perjalanan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina maupun pengelola SPBU setempat terkait penyebab kembali langkanya pasokan Bio Solar di wilayah Sidoarjo. Pihak manajemen SPBU di kawasan terdampak juga enggan memberikan komentar saat dikonfirmasi oleh awak media. (OTW/N-01)







