
PEMERINTAH Kabupaten Sleman didukung Lingkar Daerah Belajar, akan menyelenggarakan Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 yang mengusung tema ‘Membangun Ekosistem Pendidikan untuk Masyarakat Sembada’ pada 1-2 Juli mendatang di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Tema ini dinilai selaras dengan semangat Kabupaten Sleman, yaitu membangun masyarakat yang berdaya, sejahtera, dan memiliki kesempatan pendidikan yang semakin berkualitas, inklusif, serta berkelanjutan.
“Forum nasional ini bertujuan memperkuat transformasi pendidikan di Indonesia melalui kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan pendidikan,” kata Kepala Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Dwi Warni Yuliastuti.
350 peserta
Dikatakan KPI 2026 ini akan diikuti oleh lebih dari 350 peserta undangan termasuk dari pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, pengawas sekolah, tenaga kependidikan, komunitas pendidikan, akademisi, dunia usaha dan dunia industri, media massa, legislatif, pemerintah pusat, serta peserta terpilih Poster Gagasan Inovasi.
Selain itu, ujarnya KPI 2026 juga membuka ruang bagi peserta umum, seperti mahasiswa, pemerhati pendidikan, komunitas, dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap transformasi pendidikan.
Menurut dia, KPI 2026 akan mengangkat beberapa isu penting dalam pendidikan, antara lain kesempatan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau, pendidikan dan perubahan iklim, pendidikan dan disrupsi teknologi, serta tata kelola dan anggaran pendidikan.
“Isu gender, disabilitas, dan inklusi sosial juga menjadi perhatian lintas tema agar pendidikan semakin berpihak kepada semua anak, termasuk kelompok rentan,” ujarnya.
Perkuat Jejaring
Melengkapi acara puncak, KPI 2026 juga akan dilanjutkan dengan agenda Tour Sleman pada Jumat, 3 Juli 2026. Sebelumnya, sebagai wadah pemanasan diskursus, penyelenggara juga mengadakan kegiatan Pra-KPI berupa webinar kebijakan pendidikan daerah secara daring pada 28 April dan 12 Mei 2026.
“Melalui KPI 2026, kami berharap Sleman dapat menjadi ruang temu, ruang belajar, dan ruang kolaborasi bagi berbagai daerah di Indonesia.”
“Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat jejaring antar pemangku kepentingan, mendokumentasikan praktik baik pendidikan, melahirkan komitmen bersama, serta mendorong lahirnya rencana tindak lanjut yang dapat diterapkan di setiap daerah,” katanya. (AGT/D-01)






