Jelang Waisak, Arca Unfinished Buddha di Candi Borobudur Dipindah ke Lokasi Asal

DALAM rangka mendukung pelestarian budaya dan penguatan ekosistem berkelanjutan di kawasan Candi Borobudur, Magelang dan menyongsong perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha dipindahka ke lokasi aslinya yakni di Lapangan Kenari di kawasan Candi Borobudur.

Pemindahan arca dilakukan melalui kolaborasi lintas pihak yakni Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Museum dan Cagar Budaya (MCB), Kementerian Agama Republik Indonesia, InJourney Destination Management, para Bhikkhu, komunitas masyarakat adat setempat.

Arca Unfinished Buddha dipindahkan ke Lapangan Kenari yang berada di Zona I kawasan Candi Borobudur, tepatnya di area barat daya candi dan ditempatkan di antara dua pohon kenari yang memiliki nilai historis dan spiritual bagi kawasan tersebut.

Ruang spiritual

Arca Unfinished Buddha dipindahkan ke lokasi aslinya yakni di Lapangan Kenari di kawasan Candi Borobudur. (Dok.Ist)

Kepala Museum & Cagar Budaya, Esti Nurjadin menyatakan langkah ini tak hanya menjadi bagian dari pelestarian warisan budaya dunia, namun juga menghadirkan ruang spiritual yang lebih representatif dan berkelanjutan bagi masyarakat.

BACA JUGA  Destinasi Candi Jadi Favorit Wisatawan saat Libur Panjang

“Seluruh proses dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai pelestarian cagar budaya, menghormati Masyarakat dan adat setempat, guna memastikan tata Kelola Kawasan yang berkelanjutan agar Borobudur tetap terjaga sebagai pusat spiritual dan budaya dunia,” terang Esti Nurjadin.

Sebagai Holding di sektor aviasi dan pariwisata, InJourney menilai bahwa pemindahan ini merupakan bagian dari penataan kawasan spiritual Borobudur agar masyarakat dapat menjalankan ritual dan aktivitas peribadatan dengan lebih khusyuk.

Destinasi spiritual dan budaya

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menjelaskan bahwa Borobudur sebagai candi Buddha terbesar di dunia yang memiliki peranan penting bagi umat Buddha namun juga sebagai destinasi pariwisata berbasis budaya yang memiliki nilai spiritual dan sakral yang tinggi bagi masyarakat setempat.

BACA JUGA  Polres Simalungun Tingkatkan Pengamanan saat Hari Raya Waisak 

“Pengembangan Borobudur sebagai destinasi spiritual dan budaya berkelas dunia harus berjalan selaras antara pelestarian warisan budaya, penguatan nilai spiritual, dan pengembangan ekosistem pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.”

“Melalui kolaborasi bersama pemerintah, tokoh agama, dan komunitas lokal kami ingin memastikan Borobudur tetap lestari sekaligus relevan sebagai spiritual and pilgrimage destination kelas dunia yangg memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat luas,” tutur Maya Watono.

Ritual adat dan doa

Prosesi pemindahan arca digelar pula ritual adat dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai budaya, spiritualitas, dan harmoni masyarakat sekitar kawasan Borobudur.

Momentum ini, kata Maya Watono sekaligus menjadi simbol penguatan hubungan antara pelestarian heritage dengan kehidupan spiritual masyarakat yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama InJourney Destination Management Febrina Intan, menjelaskan bahwa pemindahan Arca Unfinished Buddha ke Kawasan Lapangan Kenari dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek.

BACA JUGA  IDN Sumbang 3000 Paket Sembako untuk Warga Sekitar Destinasi Wisata

“Penempatan arca di area penyangga ritual diharapkan dapat mendukung terciptanya sirkulasi kegiatan spiritual yang lebih tertata, menghadirkan ruang ibadah yang lebih representatif bagi umat, sekaligus menjaga kualitas pengalaman pengunjung,” jelas Febrina Intan.

Sebagai bagian dari transformasi kawasan Borobudur menjadi destinasi spiritual dan pilgrimage kelas dunia, InJourney melalui InJourney Destination Management terus mendorong pengembangan ekosistem pariwisata yang berorientasi pada pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan di kawasan strategis nasional Borobudur. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

MUI Sidoarjo Desak Pemkab Tindak Tegas Praktik Penjualan Miras

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sidoarjo mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menindak tegas maraknya praktik penjualan minuman keras (miras) terselubung yang memanfaatkan penyalahgunaan izin usaha. ​Desakan tersebut disampaikan Ketua Komisi…

Fapet UGM Hadirkan Farm Tourism Holiday untuk Sarana Edukasi Anak-anak

PUSAT Pengembangan Ternak (PPT) Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) menghadirkan program FarmTourism Holiday pada pertengahan 2026 sebagai sarana edukasi peternakan bagi anak-anak. Ir. Tian Jihadhan Wankar, S.Pt., M.Sc.,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

AS dan Iran Didesak Lakukan Gencatan Senjata Selama 10 Hari

  • July 22, 2026
AS dan Iran Didesak Lakukan Gencatan Senjata Selama 10 Hari

Menkes Sebut Rokok Elektrik juga Berbahaya untuk Kesehatan

  • July 21, 2026
Menkes Sebut Rokok Elektrik juga Berbahaya untuk Kesehatan

Kemarau Panjang Sebabkan Karhutla di Garut

  • July 21, 2026
Kemarau Panjang Sebabkan Karhutla di Garut

OJK Setujui Penggabungan BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari

  • July 21, 2026
OJK Setujui Penggabungan BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari

Dedi Usul Penempatan Aparat Bersenjata di Titik Rawan Begal di Bandung Raya

  • July 21, 2026
Dedi Usul Penempatan Aparat Bersenjata di Titik Rawan Begal di Bandung Raya

MUI Sidoarjo Desak Pemkab Tindak Tegas Praktik Penjualan Miras

  • July 21, 2026
MUI Sidoarjo Desak Pemkab Tindak Tegas Praktik Penjualan Miras