
KEPALA Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, menghadiri prosesi Pengambilan Sumpah/Janji Apoteker Angkatan XIII Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Garut (Uniga). Acara itu berlangsung di Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (18/5/2026).
Dalam sambutannya, Kadinkes Garut menyampaikan ucapan selamat dan bangga atas bertambahnya tenaga apoteker baru di Kabupaten Garut. Kehadiran para lulusan baru ini menjadi angin segar bagi sektor kesehatan daerah yang saat ini masih menghadapi keterbatasan tenaga medis.
“Kami sangat berbahagia, terutama di lingkungan Dinas Kesehatan, karena mendapatkan tambahan pasukan tenaga kesehatan. Hal ini memang sangat kami butuhkan karena saat ini kita masih kekurangan tenaga kesehatan mulai dari dokter spesialis, apoteker, bidan, perawat, sanitarian, ahli gizi hingga analis,” ungkap Leli Yuliani.
Keselamatan pasien

“Peran para apoteker ini sangat strategis, karena di tangan apotekerlah mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien itu berada,” tambah Leli
Selain itu, Rektor Universitas Garut (Uniga), Irfan Nabhani, memberikan apresiasi tinggi kepada 41 lulusan Apoteker Angkatan XIII yang berhasil menyelesaikan studi,
“Presentase kelulusan angkatan ini mencapai 100%. Ini adalah suatu bukti kekompakan Anda semua dalam menjaga stamina dan semangat kebersamaan melalui fase pendidikan di Universitas Garut,” ujar Irfan.
Sumpah profesi apoteker
Ia juga menjelaskan alasan mengapa pihak universitas tidak menyatukan momen ini ke dalam kebijakan wisuda umum pada tahun ini. Menurutnya, sumpah profesi apoteker memiliki esensi dan kekhususan tersendiri yang menuntut integritas mendalam.
“Hari ini bukan sekedar seremonial akademik, tetapi ini adalah tonggak perjalanan saudara sekalian yang memasuki profesi yang mulia. Ini adalah profesi yang menuntut ilmu, integritas, ketelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Saya berpesan agar senantiasa menjunjung tinggi etika profesi, meningkatkan kompetensi, serta menjaga nama baik almamater Universitas Garut,” tegas Rektor Uniga.
Suasana haru sekaligus bangga terpancar saat perwakilan apoteker baru, Sution, menyampaikan rasa terima kasih kepada para dosen, pembimbing Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA), dan seluruh civitas akademika FMIPA Uniga atas bimbingan dan mereka.
“Mengenakan jas kebanggaan kami, lihatlah kami. Jas ini bukan sekedar simbol keberhasilan, tetapi bukti dedikasi dan kerja keras Bapak/Ibu yang sudah menuntun kami hingga sampai saat ini. Berkat ketulusan dan pengorbanan Bapak/Ibu, kami semua bisa berada di ruangan ini,” ungkap Sution. (RO/Yey/N-01)






