
SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda) memberikan apresiasi bagi para siswa, siswi yang berhasil mengukir prestasi di kancah nasional dan internasional.
Pemberian beasiswa pendidikan itu dilakukan bertepatan dengan prosesi Tasyakuran Kelulusan ke-47 Siswa Kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026 di Auditorium AR Fachruddin, Kamis (14/5).
Dalam ajang tersebut, Smamda Sidoarjo menggelontorkan total bantuan beasiswa sebesar Rp26.200.000 bagi para peraih prestasi tingkat nasional.
Sementara itu, bagi siswa yang sukses menembus prestasi tingkat internasional, sekolah memberikan total bantuan senilai Rp16.500.000.
Catat prestasi signifikan

Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Staf Ahli Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Regulasi dan Antar Lembaga, Prof Dr Biyanto, M.Ag., didampingi pihak sekolah.
Lulusan tahun ini mencatatkan angka prestasi yang signifikan. Berdasarkan data sekolah, sebaran pencapaian siswa kelas XII meliputi: 182 siswa berprestasi di tingkat nasional, dan 147 siswa berprestasi di tingkat internasional.
Selain itu 39 siswa lolos Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur SNBP, tiga siswa diterima di Perguruan Tinggi Luar Negeri dan 51 siswa penghafal Al-Qur’an (minimal tiga juz).
Investasi terbaik

Dalam sambutannya, Prof Biyanto menegaskan pentingnya pendidikan sebagai instrumen perubahan.
“Kita yakin seyakin-yakinnya bahwa pendidikan adalah investasi terbaik. Kita yang hadir di tempat ini ada karena pendidikan yang diberikan oleh orang tua dan guru-guru kita,” kata Prof Biyanto di depan para wali murid dan wisudawan.
Kepala Smamda Sidoarjo, M Zainul Arifin, dalam laporan pendidikannya mengenang kembali perjalanan panjang sekolah yang berdiri sejak 1976.
Dimulai dari hanya 9 orang murid dan fasilitas yang terbatas hingga sempat berpindah-pindah lokasi, kini Smamda telah bertransformasi menjadi institusi pendidikan unggulan.
”Pemberian beasiswa ini adalah bentuk apresiasi atas kerja keras siswa yang telah mengharumkan nama sekolah. Kami ingin membuktikan bahwa Smamda tidak hanya fokus pada akademik di kelas, tapi mendukung penuh pengembangan potensi di bidang apa pun,” kata Zainul.
Momentum motivasi
Acara tasyakuran yang berlangsung meriah ini tidak hanya menjadi simbol perpisahan bagi siswa kelas XII, tetapi juga menjadi momentum motivasi bagi adik kelas untuk terus berani bersaing di level global.
Lulusan terbaik M Rafel Saputra mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua, para guru dan teman-temannya. Prestasi yang didapatkan bukan perjuangannya sendiri tapi juga banyak pihak.
“Terima kasih Pak dan Bu jadi donatur saya, juga kepada guru guru, teman-teman Jos Jis. Prestasi bukan hanya di akademik tapi juga lain seperti olahraga dan prestasi terbaik adalah di mata bapak ibu kita sendiri,” kata Rafel. (OTW/A-01)







