
SEBAGAI salah satu wujud kepedulian pemerintah terhadap dunia pendidikan, sebanyak 71.744 sekolah akan direvalisasi pada tahun ini dengan anggaran Rp14 triliun. Hal itu dikatakn Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.
Menurutnya progam itu merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan nasional.
“Bapak Presiden (Prabowo Subianto) beberapa kali menyampaikan itu, sehingga pada tahun 2026 program revitalisasi dapat menyasar 71.744 satuan pendidikan,” kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah di Jakarta, Rabu.
Mendikdasmen menjelaskan pelaksanaan program revitalisasi untuk tahun 2026 sudah mulai berjalan. Hingga kini pemerintah telah merampungkan ribuan kerja sama dengan satuan pendidikan serta mulai menyalurkan bantuan dengan total Rp2,6 triliun.
Sekolah rusak akibat bencana
Saat ini pihaknya telah menyelesaikan perjanjian kerja sama dengan 4.838 satuan pendidikan, dengan penyaluran bantuan yang telah menjangkau 3.408 sekolah. Sejumlah proyek revitalisasi juga telah memasuki tahap awal pembangunan di berbagai daerah.
Lebih lanjut Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah menetapkan prioritas dalam pelaksanaan program revitalisasi. Fokus utama diberikan kepada sekolah yang rusak akibat bencana alam.
“Pada tahun 2026 revitalisasi diprioritaskan untuk sekolah-sekolah yang rusak sebagai dampak dari bencana. Sekolah-sekolah yang terdampak dari bencana alam baik yang di Sumatera maupun di wilayah lain di Indonesia,” ujarnya.
Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga memprioritaskan sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan tingkat kerusakan berat meskipun tidak berada di wilayah bencana maupun 3T. (*/M-01)






