Indeks Ketimpangan Gender Daerah Istimewa Yogyakarta Turun di 2025

BADAN Pusat Statistik DIY mengungkapkan Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Provinsi DIY pad 2025 sebesar 0,153, turun 0,010 poin dibandingkan 2024 (0,163).

IKG merupakan indikator yang mengukur ketimpangan antara laki-laki dan perempuan pada dimensi kesehatan reproduksi, pemberdayaan, dan pasar tenaga kerja. Dengan nilai yang semakin mendekati 0 menunjukkan kesetaraan gender yang semakin baik.

Penurunan ini, kata  Plt. Kepala BPS DIY Ir. Endang Tri Wahyuningsih, MM di Kantor BPS DIY Ringroad Barat, Bantul, Selasa menunjukkan perbaikan kesetaraan gender di DIY.

Secara nasional, ujarnya IKG DIY lebih rendah dibandingkan IKG Indonesia (0,402) dan menempatkan DIY pada peringkat kedua terendah setelah DKI Jakarta (0,144).

Perwakilan di legislatif

Ilustrasi. Gender (Dok.Ist)

Pada dimensi pemberdayaan, lanutnya persentase perempuan di legislatif sebesar 18,18 persen. Persentase penduduk usia 25 tahun ke atas dengan pendidikan minimal SMA sebesar 57,19 persen untuk laki-laki dan 52,67 persen untuk perempuan.

BACA JUGA  Wakil Kepala BPS: Jateng Kunci Keberhasilan Sensus Ekonomi Nasional 2026

“Pada dimensi kesehatan reproduksi, proporsi perempuan usia 15–49 tahun yang melahirkan tidak di fasilitas kesehatan sebesar 0,005, sedangkan proporsi perempuan yang melahirkan pertama pada usia kurang dari 20 tahun sebesar 0,131,” ujarnya.

Pada dimensi pasar tenaga kerja, katanya Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 83,90 persen untuk laki-laki dan 65,91 persen untuk perempuan.

Tingkat kabupaten

Ilustrasi. Gender (Dok.Ist)

Pada tingkat kabupaten/kota, IKG terendah tercatat di Kabupaten Sleman sebesar 0,121, diikuti Kabupaten Bantul sebesar 0,123, Kota Yogyakarta sebesar 0,162, dan Kabupaten Gunungkidul sebesar 0,166.

sedangkan IKG tertinggi terjadi di Kabupaten Kulon Progo sebesar 0,333.Dibandingkan tahun 2024, imbuhnya penurunan terbesar terjadi di Kabupaten Gunungkidul sebesar 0,017 poin, sementara peningkatan terbesar terjadi di Kabupaten Kulon Progo sebesar 0,188 poin. (AGT/A-01)

BACA JUGA  Neraca Perdagangan DIY September 2025 Tumbuh Positif

Admin

Related Posts

UGM dan NUS Perkuat Kapasitas Riset Pemodelan Penyakit Menular

UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) dan National University of Singapore (NUS) menggelar rangkaian Visiting Professor dan UGM–NUS Modelling Workshop 2026 pada 17–24 Juli 2026. Kegiatan itu menghadirkan Professor sekaligus Vice Dean…

Data BPS Sebut Jabar Alami Deflasi 0,05 Persen pada Juli

BADAN  Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Jabar mengalami deflasi sebesar 0,05 persen secara month to month, pada Juli 2026. Dengan tingkat inflasi tahun kalender year to date, mencapai 1,64 persen…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

UGM dan NUS Perkuat Kapasitas Riset Pemodelan Penyakit Menular

  • August 4, 2026
UGM dan NUS Perkuat Kapasitas Riset Pemodelan Penyakit Menular

11 Dekan Baru UAD Diminta Persiapkan AkreditasI Institusi pada 2027

  • August 4, 2026
11 Dekan Baru UAD Diminta Persiapkan AkreditasI Institusi pada 2027

Selundupkan Narkotika di Korset, WN Malaysia Ditangkap Satgaspam Bandara Juanda

  • August 4, 2026
Selundupkan Narkotika di Korset, WN Malaysia Ditangkap Satgaspam Bandara Juanda

LPP Beri Pelatihan kepada 87 Pekebun Sawit

  • August 3, 2026
LPP Beri Pelatihan kepada 87 Pekebun Sawit

Data BPS Sebut Jabar Alami Deflasi 0,05 Persen pada Juli

  • August 3, 2026
Data BPS Sebut Jabar Alami Deflasi 0,05 Persen pada Juli

Usut Kasus Penebangan Pohon, Pemkot Bandung juga Bidik Perizinan Usaha

  • August 3, 2026
Usut Kasus Penebangan Pohon, Pemkot Bandung juga Bidik Perizinan Usaha