Wakil Kepala BPS: Jateng Kunci Keberhasilan Sensus Ekonomi Nasional 2026

WAKIL Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, menegaskan Jawa Tengah memegang peran strategis dalam keberhasilan Sensus Ekonomi 2026.

Dengan hampir 5 juta unit usaha atau sekitar 15,25 persen dari total usaha di Indonesia, kualitas pendataan di Jawa Tengah akan sangat menentukan kualitas data ekonomi nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Sonny saat menghadiri Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Kamis (18/6). Kegiatan itu juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, sejumlah kepala daerah, dan jajaran BPS se-Jawa Tengah.

Menurut Sonny, Sensus Ekonomi 2026 memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan sensus sebelumnya. Selain berlangsung lebih lama selama 2,5 bulan, sensus kali ini mencakup sektor pertanian dan menyasar rumah tangga, tidak hanya pelaku usaha.

BACA JUGA  Tri Perkuat dan Perluas Jaringan di DIY dan Jateng

Aktivitas ekonomi

Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Kamis (18/6). (Dok/Ist)

Langkah tersebut dilakukan untuk menangkap aktivitas ekonomi yang kini banyak berkembang dari rumah, termasuk usaha berbasis digital.
“Kalau kita mendata di Jawa Tengah dengan sangat baik, artinya kita menyelesaikan setidaknya 15 persen kualitas pendataan di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta masyarakat dan pelaku usaha memberikan data yang jujur dan faktual kepada petugas sensus. Sebanyak 36.891 petugas diterjunkan ke seluruh wilayah Jawa Tengah untuk melakukan pendataan hingga 31 Agustus 2026.

Luthfi menegaskan data yang akurat menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan, pemetaan investasi, pengembangan usaha, hingga penciptaan lapangan kerja. Ia juga memastikan seluruh informasi yang diberikan masyarakat dijaga kerahasiaannya dan tidak berkaitan dengan kepentingan perpajakan.

BACA JUGA  BPS vs Bank Dunia Dalam Mengukur Indeks Kemiskinan Indonesia

Sensus Ekonomi 2026 berlangsung serentak mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Hasil pendataan tersebut akan menjadi rujukan pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan ekonomi nasional maupun daerah, termasuk pembinaan UMKM dan penguatan pertumbuhan ekonomi yang lebih tepat sasaran. (Htm/L-01)

Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Kamis (18/6). (Dok/Ist)

Pratama Alief

Related Posts

KPK: Pemeriksaan Cukai PT Djarum Murni Kasus Hukum

KOMISI  Pemberantasan Korupsi (KPK) menepis isu politik dan ekonomi di balik penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan terkait cukai PT Djarum. Penegasan itu…

Pemerintah Perlu Tetapkan Tujuan Cukai Minuman Berpemanis di Kemasan

PEMERINTAH kembali menunda penerapan Cukai Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK). Di tengah penundaan penerapan regulasi itu pemerintah perlu mengeluarkan penetapan tujuan yang jelas mengapa kebijakan fiskan ini perlu diterapkan, baik…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Tim Basket Putri Cianjur Ungguli Indramayu di Babak Penyisihan Porprov XV Jabar

  • November 1, 2026
Tim Basket Putri Cianjur Ungguli Indramayu di Babak Penyisihan Porprov XV Jabar

Kalah Lagi, MU Makin Dekat Tepi Jurang Degradasi

  • November 1, 2026
Kalah Lagi, MU Makin Dekat Tepi Jurang Degradasi

Pameran Seni Inklusif In Medio Buka Ruang Kreativitas Seniman Disabilitas

  • November 1, 2026
Pameran Seni Inklusif In Medio Buka Ruang Kreativitas Seniman Disabilitas

Polresta Sleman Sita Total 833 Botol Miras Sepanjang Oktober

  • November 1, 2026
Polresta Sleman Sita Total 833 Botol Miras Sepanjang  Oktober

Bekuk Inter, AC Milan menang Derby della Madonnina

  • November 1, 2026
Bekuk Inter, AC Milan menang Derby della Madonnina

Barcelona Lampiasan Kemarahan ke Deportivo Alaves

  • November 1, 2026
Barcelona Lampiasan Kemarahan ke Deportivo Alaves