Jumlah Antrean Daftar Tunggu Haji di Sidoarjo Tertinggi Capai 85.164 Jemaah

MASA tunggu (waiting list) keberangkatan haji di Kabupaten Sidoarjo saat ini tertinggi di Jawa Timur bahkan nasional. Hal ini sejalan dengan rata-rata nasional akibat perubahan sistem pembagian kuota yang kini berbasis pada jumlah antrean disetiap provinsi.

​Plt Kepala Kementerian Haji dan Umrah Sidoarjo Eliana menjelaskan per 4 Mei, tercatat sebanyak 85.164 jemaah asal Sidoarjo yang masuk dalam daftar tunggu. Sidoarjo tercatat sebagai salah satu daerah dengan jumlah jemaah haji terbanyak di Jawa Timur maupun nasional.

Untuk tahun ini, urutan daerah dengan volume keberangkatan terbesar di Jawa Timur adalah Jember, Sidoarjo, Lamongan, Gresik dan Surabaya.

“Untuk waiting list haji Sidoarjo tertinggi di Jawa Timur bahkan nasional per 4 Mei 2026,” kata Eliana, Selasa (5/5).

BACA JUGA  Sepuluh Hari Nataru, Bandara Juanda Layani 430.540 Penumpang

Sesuai nomor dan lansia jadi prioritas

Para calon jemaah haji asal Sidoarjo. (Dok.Ist)

​Eliana menjelaskan, dalam proses keberangkatan, pemerintah menerapkan sistem pelunasan dua tahap. Tahap pertama diprioritaskan bagi jemaah berdasarkan nomor urut porsi (daftar lebih awal berangkat lebih awal) serta prioritas lansia.

​”Prioritas lansia ini dijaring oleh sistem berdasarkan usia tertua dan masa tunggu terlama. Untuk Jawa Timur, kategori lansia termuda yang masuk prioritas saat ini masih berada di kisaran usia 85 tahun,” kata Eliana.

​Eliana juga menjelaskan, terdapat sejumlah jemaah yang terpaksa menunda keberangkatan tahun ini. Meski jumlahnya tidak signifikan (di bawah 10 orang), alasan utama penundaan meliputi kesehatan dan kesiapan teknis.

Bisa naik status

Para calon jemaah haji asal Sidoarjo. (Dok.Ist)

​Menurut Eliana ada jemaah yang gagal berangkat karena wafat atau sakit dengan masa pemulihan (recovery) yang lama. Jemaah kategori cadangan yang naik status menjadi jemaah inti juga ada yang minta ditunda berangkat.

BACA JUGA  Peringati 19 Tahun Lumpur Lapindo, Warga Tabur Bunga

Mereka tidak siap karena penempatan kloter ditentukan oleh embarkasi (seringkali tidak bisa bersama rombongan atau keluarga asalnya).

​Pihak Kementerian Haji dan Umrah terus mengimbau jemaah, khususnya yang masuk kategori cadangan, untuk mempersiapkan diri secara fisik dan mental jika sewaktu-waktu dipanggil untuk memenuhi kuota keberangkatan. (OTW/A-01)

Admin

Related Posts

Masih Bergantung pada Daerah Pemasok, Pemkot Bandung Cari Alternatif

PEMERINTAH Kota Bandung terus berupaya memperkuat ketahanan pangan, di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat dan pertumbuhan sektor pariwisata, meski hingga saat ini belum memiliki lumbung pangan sendiri. Namun Wali Kota Bandung…

Tunggu Izin TVRI dan RRI, Pemkot Bandung Siap Gelar Nobar Piala Dunia

PEMERINTAH Kota Bandung siap mendukung penyelenggaraan nonton bareng pertandingan Piala Dunia, sebagai bentuk hiburan sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat. Untuk pelaksanaannya masih berkoordinasi dengan TVRI dan RRI sebagai pemegang hak siar…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Masih Bergantung pada Daerah Pemasok, Pemkot Bandung Cari Alternatif

  • June 19, 2026
Masih Bergantung pada Daerah Pemasok, Pemkot Bandung Cari Alternatif

Revisi UU P2SK Bisa Perkuat Ekosistem Keuangan Nasional

  • June 19, 2026
Revisi UU P2SK Bisa Perkuat Ekosistem Keuangan Nasional

Tunggu Izin TVRI dan RRI, Pemkot Bandung Siap Gelar Nobar Piala Dunia

  • June 19, 2026
Tunggu Izin TVRI dan RRI, Pemkot Bandung Siap Gelar Nobar Piala Dunia

Polda Metro Jaya Sebut Penangkapan Roy dan Tifa Murni Proses Hukum

  • June 19, 2026
Polda Metro Jaya Sebut Penangkapan Roy dan Tifa  Murni Proses Hukum

Bekuk Korsel, Meksiko Segel Tiket ke Babak 32 Besar

  • June 19, 2026
Bekuk Korsel, Meksiko Segel Tiket  ke  Babak 32 Besar

Paku Alam X Minta Masyarakat Berikan Informasi Lengkap saat Disensus

  • June 19, 2026
Paku Alam X Minta Masyarakat Berikan Informasi Lengkap saat Disensus